Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi mengapresiasi pelaksanaan Tabligh Akbar dan Silaturahmi Syawal yang digelar Muhammadiyah Kota Pematangsiantar. Apresiasi tersebut disampaikan dalam sambutan tertulis yang dibacakan Staf Ahli Bidang Pembangunan Muhammad Hamdani Lubis SH, di Masjid Taqwa, Jalan Merdeka Kecamatan Siantar Barat, Sabtu (11/04/2026).
Dalam sambutannya, Wesly mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh pengurus Muhammadiyah dan Aisyiyah. Ia menilai momentum Syawal sebagai waktu yang tepat untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah setelah menjalani ibadah di bulan suci Ramadan.
Menurutnya, kegiatan tabligh akbar tidak hanya menjadi ajang kebersamaan, tetapi juga sarana untuk memperdalam ilmu agama dan memperkokoh nilai-nilai keimanan dalam kehidupan sehari-hari.
Wesly juga menyampaikan apresiasi atas kontribusi Muhammadiyah yang selama ini aktif dalam pembangunan umat, khususnya di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial kemasyarakatan. Ia menegaskan bahwa Muhammadiyah merupakan mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan masyarakat yang maju, religius, dan berdaya saing.
“Melalui kegiatan ini, saya mengajak kita semua untuk terus menjaga persatuan dan kerukunan antarumat, serta bersama-sama membangun Kota Pematangsiantar yang Cerdas, Sehat, Kreatif, dan Selaras,” demikian pesan Wali Kota.
Selain itu, ia mengingatkan pentingnya menjadikan momentum Syawal sebagai titik awal untuk meningkatkan kualitas ibadah, memperkuat kepedulian sosial, serta menumbuhkan semangat gotong royong di tengah masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan wakaf lahan dari salah satu masyarakat kepada Muhammadiyah untuk dimanfaatkan sebagai rumah tahfiz atau sekolah, sebagai wujud nyata kontribusi dalam pengembangan pendidikan keagamaan.
Turut hadir dalam acara tersebut anggota DPRD Provinsi Sumatera Utara Hefriansyah dan Gusmiyadi, perwakilan Kementerian Agama Kota Pematangsiantar Amrial Saragih, serta penceramah dari Pengurus Wilayah Muhammadiyah Sumut Mahmud Yunus.

