Riuh tawa anak-anak memenuhi Aula Batalyon A Pelopor Satuan Brimob Polda Sumatera Utara, Senin (20/4/2026). Sebanyak 67 murid Yayasan TK Kemala Bhayangkari 02 Brimob Tanjung Morawa datang bukan sekadar berkunjung, tetapi “menjelajah” dunia yang selama ini hanya mereka bayangkan—dunia para penjinak bom dan pasukan anti-teror.
Disambut hangat oleh personel Den Gegana, suasana langsung cair. Tidak ada jarak, tidak ada rasa takut. Yang ada hanya rasa penasaran yang mengalir bebas di wajah-wajah kecil penuh semangat.
Dipandu IPTU Saiful, S.H., kegiatan dikemas ringan namun berkesan. Anak-anak diajak mengenal tugas Brimob dengan cara yang menyenangkan—tanpa istilah rumit, tanpa suasana kaku. Setiap penjelasan terasa seperti cerita petualangan yang memancing imajinasi mereka.
Momen paling mencuri perhatian hadir saat Unit Wanteror memperlihatkan perlengkapan khusus yang biasa digunakan dalam operasi. Mata anak-anak berbinar, sebagian bahkan tak henti bertanya. Rasa kagum semakin memuncak ketika mereka diperkenalkan dengan peralatan Unit Jibom (Penjinak Bom)—alat-alat yang selama ini hanya mereka lihat di layar, kini ada di depan mata.
Tak berhenti di situ, deretan kendaraan taktis (rantis) menjadi magnet tersendiri. Anak-anak berkerumun, menunjuk, dan saling bercerita, seolah sedang berada di tengah adegan film aksi—bedanya, ini nyata.
Kunjungan ditutup dengan sesi foto bersama yang penuh keceriaan. Lebih dari sekadar dokumentasi, momen itu menjadi simbol kedekatan—bahwa di balik seragam dan tugas berat, ada sosok-sosok yang siap melindungi dengan hati.
Hari itu, anak-anak pulang bukan hanya membawa cerita, tetapi juga pengalaman berharga: keberanian, rasa hormat, dan mungkin—cita-cita baru yang mulai tumbuh diam-diam.

