Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara (Pemkab Taput) menegaskan komitmennya dalam mendorong pemberdayaan perempuan dan penguatan ekonomi kreatif berbasis budaya dengan menghadiri perayaan hari jadi ke-6 Jabu Bonang di Sopo Partungkoan, Tarutung, Selasa (21/04/2026).
Kehadiran Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menjadi simbol dukungan nyata Pemkab Taput terhadap komunitas lokal yang konsisten melestarikan warisan budaya, khususnya tenun ulos khas Batak.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada Jabu Bonang yang diinisiasi oleh Tobatenun. Menurutnya, komunitas ini berhasil menjadi motor penggerak pemberdayaan perajin hingga ke desa-desa tradisional di kawasan Danau Toba.
“Keahlian menenun ulos adalah warisan turun-temurun yang diajarkan dari ibu kepada anak dengan alat sederhana. Jabu Bonang hadir memastikan tradisi ini tidak hanya bertahan, tetapi berkembang secara profesional dan berkelanjutan,” ujarnya.
Pemkab Taput, lanjutnya, sangat mendukung pendekatan holistik yang diterapkan Jabu Bonang. Tidak hanya melatih teknik menenun berbasis tradisi Batak, komunitas ini juga memberikan edukasi penting seperti tata kelola usaha, literasi kesehatan perempuan, hingga penguatan kapasitas ekonomi keluarga.
“Kehadiran Jabu Bonang membawa harapan baru. Mereka bukan hanya mengajarkan cara membuat ulos yang indah, tetapi juga membekali para penenun dengan pengetahuan ekonomi dan kesehatan. Ini adalah pemberdayaan perempuan yang nyata di Tapanuli Utara,” tegasnya.
Wakil Bupati juga menyampaikan terima kasih atas kontribusi Jabu Bonang selama enam tahun terakhir dalam mengangkat martabat perajin lokal.
“Pemkab Taput berharap kolaborasi ini terus berlanjut dan mampu melahirkan generasi penenun yang cerdas, sehat, serta mandiri secara ekonomi,” tutupnya.
Perayaan HUT ke-6 Jabu Bonang turut diramaikan dengan peluncuran karya inovasi tenun serta pameran benang berbahan pewarna alami. Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk menghidupkan kembali teknik tradisional yang mulai langka sekaligus mendorong praktik fashion berkelanjutan (sustainable fashion) di industri wastra lokal.
Acara ini juga dihadiri oleh jajaran perangkat daerah, tokoh masyarakat, pegiat budaya, perwakilan pemerintah kawasan Danau Toba, serta ratusan perajin tenun dari berbagai desa. Momentum ini semakin menegaskan peran Pemkab Taput sebagai penggerak utama dalam menjaga warisan budaya sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sektor ekonomi kreatif.

