Suasana haru menyelimuti aksi damai yang digelar Aliansi Dewan Pimpinan Wilayah Jaringan Pendamping Kinerja Pemerintah (DPW JPKPemerintah) di depan Polrestabes Medan, Jumat (8/5/2026). Seorang ibu korban dugaan penganiayaan brutal tampak menitikkan air mata sambil berdoa saat menyampaikan aspirasinya demi mencari keadilan untuk anaknya.
Aksi yang berlangsung di Jalan HM Said No.1, Kecamatan Medan Timur, Kota Medan itu diikuti sekitar 30 orang massa dan dipimpin koordinator lapangan Nicodemus Roger Nadeak. Massa membawa pengeras suara, dua unit mobil angkot, serta membentangkan sejumlah spanduk berisi dukungan kepada aparat penegak hukum agar menuntaskan perkara yang tengah ditangani Polrestabes Medan.
Dalam orasinya, ibu korban tak kuasa menahan tangis ketika meminta aparat kepolisian segera menangkap para tersangka yang telah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO). Dengan suara bergetar, ia menyebut anaknya telah menjalani hukuman selama 2 tahun 6 bulan, sementara pihak lain yang diduga turut terlibat belum seluruhnya diproses hukum.
“Anak kami sudah menjalani hukuman 2 tahun 6 bulan. Kami menerima kesalahan itu, tapi kami juga meminta keadilan agar semua yang terlibat diproses tanpa pandang bulu,” ucapnya sambil menangis.
Massa aksi mendesak kepolisian segera menangkap tiga tersangka berinisial LS, WOP, dan SP yang disebut masih berstatus DPO. Mereka juga meminta percepatan pelimpahan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Medan agar proses persidangan di Pengadilan Negeri Medan segera berjalan.
Selain itu, massa meminta majelis hakim yang menangani sidang praperadilan bertindak objektif dan tidak terpengaruh intervensi pihak tertentu yang dinilai mencoba memutarbalikkan fakta perkara.
Aksi berlangsung damai dengan pengawalan personel Polrestabes Medan. Perwakilan Sat Reskrim Polrestabes Medan menerima aspirasi massa dan menyampaikan bahwa perkara tersebut masih dalam proses penanganan sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

