Pemerintah Kabupaten Simalungun melalui Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) terus memperkuat pembinaan nagori sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi dan pemberdayaan masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Nagori Percontohan Tertib Administrasi yang digelar di Kantor Pangulu Nagori Bandar Tinggi, Kecamatan Bandar Masilam, Kabupaten Simalungun, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan berlangsung dalam suasana penuh semangat dan kekeluargaan. Momentum tersebut sekaligus dirangkai dengan pengukuhan Nurismanja Safii sebagai Ketua TP PKK Kecamatan Bandar Masilam.
Pembinaan dipimpin Staf Ahli TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Yulince Mixnon Andreas Simamora, yang hadir mewakili Ketua TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Darmawati Anton Achmad Saragih.
Dalam arahannya, Yulince menegaskan bahwa tertib administrasi tidak boleh dipandang sebatas kelengkapan dokumen. Menurutnya, administrasi yang tertata menjadi cerminan kinerja organisasi sekaligus bagian penting dalam mewujudkan transparansi dan akuntabilitas.
“Administrasi yang baik adalah kunci agar seluruh program pemberdayaan keluarga bisa tepat sasaran dan dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat,” ujarnya.
Senada dengan itu, Ketua Kelompok I TP PKK Kabupaten Simalungun, Ny. Lurinim Purba, menekankan pentingnya kesesuaian antara data administrasi dengan pelaksanaan kegiatan di lapangan.
Menurutnya, setiap program yang dilaksanakan harus tercatat secara lengkap, tertib, dan dapat dipertanggungjawabkan. Administrasi yang baik menjadi bukti bahwa program pemberdayaan keluarga benar-benar berjalan dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Pembinaan tersebut juga mendapat dukungan dari Camat Bandar Masilam, Ida Royani Damanik. Ia menyampaikan kebanggaannya atas dipilihnya Nagori Bandar Tinggi sebagai salah satu lokasi pembinaan percontohan.
Ida memastikan pihak kecamatan akan memberikan dukungan penuh agar pelaksanaan tertib administrasi di Nagori Bandar Tinggi dapat berkembang menjadi standar yang dapat diteladani oleh nagori lainnya.
Selain melakukan evaluasi administrasi, kegiatan tersebut menjadi ruang bagi para kader PKK untuk meningkatkan pemahaman, memperkuat koordinasi, serta membangun semangat kebersamaan dalam menjalankan program pemberdayaan keluarga.
Pembinaan ini diharapkan tidak berhenti pada pemenuhan administrasi semata. Lebih dari itu, tertib administrasi diharapkan mampu memperkuat pelaksanaan program PKK sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata oleh masyarakat.
Dengan pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan dukungan lintas tingkatan pemerintahan, Nagori Bandar Tinggi diharapkan mampu menjadi salah satu contoh dalam pengelolaan administrasi PKK sekaligus mendorong peningkatan kualitas pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Kabupaten Simalungun.

