Terkait kasus matinya ratusan ribu ekor ikan di Danau Toba, Polres Samosir lakukan penyedikan. Tim Polres Samosir yang dipimpin Ipda J Purba dan Kanit Intelkam, Jumat (24/8) melakukan penyelidikan di Lokasi KJA milik masyarakat di Pesisir Pantai Pulau Samosir .
Beberapa ekor ikan yang mati diambil untuk dijadikan sampel sebagai bahan uji laboratorium.
Polres Samosir melalui Kanit 1 Intelkam Polres Samosir menghimbau kepada Masyarakat samosir agar jangan berasumsi yang tidak tidak dahulu dimedsos mengenai fenomena ikan mati mendadak di wilayah Kabuapten Samosir.
Kanit menyampaikan melalui akun Facebooknya, Tim Polres masih menunggu hasil uji labfornya.
Polres Samosir bekerjasama dengan Pemerintah Daerah.
Tujuannya agar masyarakat petani dan pengusaha kerambah jaring apung ikan tawar di Kabupaten Samosir dapat mengambil langkah-langkah bijaksana bersama Polres Samosir dan pihak Pemerintahan Kabupaten Samosir.
Menurutnya, fenomena ini juga bukan hanya terjadi di Kabupaten Samosir. Katanya ini juga terjadi di wilayah Pulau Jawa.
“Diwilayah tetangga, Kabupaten Taput juga di daerah Muara sudah terjadi fenomena ini,” Ujarnya.
Polres Samosir berharap masyarakat bersabar dan minta doanya agar cepat selesai dari fenomena ini. Sehingga negeri indah kepingan surga ini selalu baik dilihat masyarakat luar dan tetap jadi destinasi wisata internsional.
Pernyataan ini disampaikan untuk menyikapi adanya kabar bahwa penyebab matinya ribuan ton ikan di Danau Toba adalah karena Gunung Pusuk buhit dan suhu air Danau Toba naik.
Sementara itu salah seorang peternak ikan di Samosir Igor Tamba berharap kepada Polres Samosir agar kasus ini serius di investigasi penyebabnya.
Hal ini sudah sering terjadi,
Igor mencurigai ada virus yang sengaja dibuat oleh pihak tertentu, sebagai bentuk persaingan bisnis di pasar.
‘Perlu adanya keterbukaan dari pihak peneliti khususnya dari menteri perikanan. Begitu banyak korban materil akibat musibah ini. Zaman sekarang sungguh mudah membuat wabah virus penyakit,” Ungkapnya.
Di tempat berbeda tepatnya di Pelabuhan Ajibata harga ikan nila turun drastis hingga mencapai Rp.10.000 per kilonya. Masyarakat berbondong-bondong membeli ikan yang dijual murah akibat jaring ikan KJA di Desa Silimalombu, Samosir koyak dan masuk ke jaring ikan masyarakat.
Namun karena makin banyaknya ikan di Pelabuhan Ajibata perhatian dan minat masyarakat pun berkurang.(Jetro Sirait)


Discussion about this post