Kesiapan menghadapi situasi darurat membutuhkan latihan, koordinasi, dan ketepatan dalam mengambil tindakan. Untuk memperkuat kemampuan tersebut, personel Kompi 2 Batalyon C Satuan Brimob Polda Sumatera Utara mengikuti simulasi tanggap darurat di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Padangsidimpuan, Rabu (14/10/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi beragam potensi ancaman, baik berupa bencana, gangguan keamanan, maupun insiden yang berisiko terhadap keselamatan manusia dan lingkungan.
Simulasi mencakup sejumlah skenario, yakni gempa bumi, kebakaran, huru-hara, teror, serta ceceran atau tumpahan bahan berbahaya dan beracun (B3) beserta limbah B3. Berbagai skenario tersebut dirancang untuk memperkuat pemahaman mengenai langkah penanganan keadaan darurat secara terarah dan sesuai prosedur.
Pelaksanaan kegiatan dipimpin Bintara Administrasi (BA) Kompi 2 Batalyon C, Briptu Ridho Ganda Manurung, dengan melibatkan personel Kompi 2 Batalyon C Satbrimob Polda Sumut.
Melalui simulasi ini, personel dilatih untuk meningkatkan kedisiplinan, kewaspadaan, koordinasi, serta kemampuan merespons situasi yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat. Kesiapan tersebut menjadi penting, terutama ketika menghadapi kondisi yang berpotensi mengancam keselamatan jiwa maupun mengganggu aktivitas operasional.
Dalam skenario gempa bumi dan kebakaran, kesiapan menghadapi bencana menjadi perhatian utama. Sementara itu, simulasi huru-hara dan teror menitikberatkan pada kewaspadaan serta respons terhadap potensi gangguan keamanan. Adapun skenario tumpahan B3 dan limbah B3 mengingatkan pentingnya penerapan prosedur keselamatan untuk mengurangi risiko paparan terhadap manusia dan pencemaran lingkungan.
Latihan tanggap darurat juga memiliki arti penting bagi pengamanan fasilitas ketenagalistrikan yang termasuk objek vital. Kesiapan personel dan koordinasi dengan pihak pengelola diharapkan dapat mendukung terciptanya lingkungan kerja yang aman sekaligus meminimalkan dampak apabila terjadi keadaan darurat.
Bagi Korps Brimob Polri, kemampuan menghadapi berbagai ancaman perlu terus dipelihara melalui latihan dan pembinaan secara berkesinambungan. Dengan demikian, setiap personel diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, terukur, dan bertanggung jawab sesuai dengan situasi yang dihadapi.
Kegiatan ini sekaligus menegaskan pentingnya sinergi antara aparat keamanan dan pengelola objek vital dalam membangun kesiapan menghadapi berbagai kemungkinan. Koordinasi yang baik menjadi salah satu unsur pendukung dalam menjaga keselamatan pekerja, personel, masyarakat, serta keberlangsungan operasional fasilitas.
Selama pelaksanaan, simulasi tanggap darurat di Kantor PT PLN (Persero) UP3 Padangsidimpuan berlangsung lancar dan aman. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen personel Kompi 2 Batalyon C Satbrimob Polda Sumut untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan serta mendukung terciptanya situasi yang aman dalam pelaksanaan tugas pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

