Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS Regional Sumut
Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

Editor: NEWSCORNER.ID
18 Oktober 2026 | 18:31 WIB
in Sumut
0
https://asset.barak.id/2026/09/VID-20260930-WA0005.mp4
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Kekayaan kuliner khas Samosir memiliki potensi besar untuk menjadi daya tarik unggulan pariwisata sekaligus penggerak ekonomi masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung keterampilan profesional, standar pengolahan makanan, serta kemampuan pengelolaan usaha agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

 

Komitmen itulah yang diwujudkan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif melalui Pelatihan Berbasis Kompetensi (PBK) dan Sertifikasi Kompetensi Skema Okupasi Cook di Gedung Creative Hub Samosir, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, pada 18–21 Oktober 2026.

 

Sebanyak 30 peserta mengikuti pelatihan tersebut. Mayoritas merupakan pelaku usaha kuliner yang telah menjalankan bisnis, mulai dari produsen bandrek, bawang goreng, kue dan bakery, kedai kopi, katering, hingga pemilik warung dan rumah makan.

 

Program ini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan keterampilan memasak, tetapi juga memperkuat profesionalisme pelaku usaha agar mampu menghadirkan produk kuliner yang berkualitas, memenuhi standar kompetensi, dan memiliki daya saing.

 

Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Ekonomi Kreatif, R. Adi Mukhtar Rivai, yang membuka kegiatan secara resmi, menegaskan bahwa bakat saja tidak cukup untuk menghadapi persaingan industri ekonomi kreatif yang semakin kompetitif.

 

“Ekonomi kreatif hari ini tidak cukup hanya bermodal bakat. Kita butuh kompetensi yang terstandar, diakui, dan berdaya saing,” ujarnya.

 

Menurutnya, sertifikasi kompetensi menjadi salah satu langkah penting bagi pelaku kuliner untuk meningkatkan kapasitas profesional, memperluas peluang kerja, serta mengembangkan usaha menuju pasar nasional hingga global.

 

“Sertifikat kompetensi ini bukan sekadar kertas, tapi paspor untuk teman-teman bisa naik kelas, masuk ke industri, membuka lapangan kerja, dan bersaing di tingkat nasional bahkan global,” tambahnya.

 

Perkuat Kualitas Kuliner dan Pengelolaan Usaha

 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Samosir, Tetti Naibaho, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Ia menilai sektor kuliner Samosir masih membutuhkan penguatan, terutama dalam teknik penyajian makanan atau plating serta manajemen usaha.

 

Menurutnya, peningkatan kualitas kuliner menjadi bagian penting dalam mendukung pengalaman wisatawan yang berkunjung ke Samosir. Keindahan alam perlu berjalan beriringan dengan sajian makanan yang berkualitas dan mampu meninggalkan kesan bagi pengunjung.

 

Ia pun berharap program pengembangan kompetensi dari Kementerian Ekraf dapat terus berlanjut dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya para pelaku ekonomi kreatif.

 

“Saya kira ini kegiatan yang luar biasa, di mana kita lihat peserta sangat antusias. Harapan kami, pelatihan dari Kementerian Ekraf tidak berhenti sampai di sini, dan nantinya membawa kemajuan serta kesejahteraan masyarakat, khususnya pelaku ekraf di Samosir,” tutur Tetti.

 

Dukungan serupa disampaikan Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Samosir, Hotraja Sitanggang, yang hadir mewakili Bupati Samosir.

 

Ia menegaskan bahwa pengalaman wisata di Samosir tidak hanya bertumpu pada panorama alam Danau Toba, tetapi juga pada kekayaan cita rasa lokal yang dapat menjadi daya tarik tersendiri.

 

“Wisatawan yang datang ke Samosir tidak hanya ingin menikmati panorama, tetapi juga ingin menikmati cita rasa khas Samosir,” ujarnya.

 

Ia berharap pelatihan tersebut mampu mendorong UMKM ekonomi kreatif di Samosir berkembang lebih profesional, meningkatkan kualitas produknya, serta memiliki nilai tambah yang lebih tinggi.

 

Creative Hub sebagai Ruang Tumbuh Komunitas Kreatif

 

Di sisi lain, pengelola Creative Hub Samosir, Gilbert Siagian, menilai daerahnya memiliki banyak pelaku kreatif dengan potensi yang dapat terus dikembangkan. Ia sendiri mengembangkan sejumlah produk kreatif, termasuk minuman berbasis kopi dan ulos.

 

Ke depan, Creative Hub Samosir akan kembali menggiatkan komunitas kreatif dengan jangkauan yang lebih luas. Upaya tersebut tidak hanya menyasar pelaku usaha, tetapi juga kalangan pelajar dari tingkat sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.

 

“Komunitas kreatif ini tidak berhenti pada kegiatan-kegiatan pada umumnya, tetapi juga akan menjangkau elemen masyarakat seperti pelajar SD, SMP, hingga SMA,” ungkap Gilbert.

 

Penguatan komunitas tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi, memperluas akses pembelajaran, dan menumbuhkan kreativitas masyarakat sejak dini.

 

19 Unit Kompetensi Jadi Bekal Profesional

 

Dalam pelaksanaannya, peserta memperoleh pengenalan Skema Okupasi Cook serta materi teori bersama trainer Minta Harsana dan Slamet Supriyanto.

 

Pelatihan mencakup 19 unit kompetensi sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Materinya meliputi kebersihan area kerja, keselamatan pangan, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), pengembangan menu, hingga pengelolaan pastry dan bakery.

 

Setelah pelatihan yang dijadwalkan berlangsung hingga Selasa (20/10/2026), peserta akan mengikuti uji sertifikasi kompetensi pada Rabu (21/10/2026). Proses sertifikasi dilaksanakan oleh LSP Pariwisata Jana Dharma Indonesia yang berlisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

 

Kegiatan ini merupakan bagian dari program unggulan atau flagship Aktivasi Creative Hub 2026 yang dilaksanakan Kementerian Ekonomi Kreatif di 21 lokasi Creative Hub.

 

R. Adi Mukhtar Rivai turut mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Samosir dalam menyukseskan program tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pemangku kepentingan menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan.

 

“Terima kasih kepada Pemerintah Daerah Samosir yang telah menjadi kolaborator luar biasa sebagai salah satu pemangku kepentingan hexahelix. Sinergi pusat dan daerah inilah kunci ekosistem ekraf yang kuat,” ujarnya.

 

Melalui pelatihan dan sertifikasi ini, pelaku kuliner Samosir diharapkan tidak hanya mampu mempertahankan keunikan cita rasa lokal, tetapi juga meningkatkan standar kualitas, memperkuat manajemen usaha, dan memperluas peluang pasar.

 

Dengan demikian, kekayaan kuliner Samosir berpeluang berkembang bukan sekadar sebagai pelengkap wisata Danau Toba, melainkan menjadi bagian penting dari identitas daerah sekaligus penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif masyarakat.

  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport