Sabaruddin Sirait, SH Ketua Satuan Siswa, Pelajar dan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SAPMA PP) Kabupaten Simalungun menilai jeritan guru honorer di Kabupaten Simalungun merupakan persoalan yang sudah cukup lama dibiarkan dan seakan tidak mendapatkan solusi apapun dari Bupati Simalungun, JR Saragih.
Mulai dari masalah pemotongan gaji sebesar 50%, gaji yang tidak dibayar, hingga pada dugaan bayar membayar untuk perpanjangan SK Guru Honorer. “Ini merupakan bukti bahwa mereka sahabat-sahabat kita guru sedang ditelantarkan,” kata pria yang kerap disapa Sabar ini.
“Kami menilai penelantaran ini, JR Saragih seperti tidak memiliki hati nurani dan bahkan terkesan seperti tidak pernah sekolah, tidak pernah merasakan bagaimana berjasanya para guru-guru untuk mencerdaskan generasi bangsa,” ucapnya lagi.
Sapma PP Simalungun meminta kepada penegak hukum gar melakukan penyelidikan atas tindakan yang dinilai tidak memperjuangkan hak para pahlawan tanpa jasa ini. “Penegak hukum juga jangan hanya duduk diam sebagai penonton penelantaran ini, melainkan harus segera melakukan penyelidikan agar Pemkab Simalungun jangan sesuka hati membuat keputusan yang membabi buta,” terangnya.
Sapma PP Simalungun akan tetap digaris terdepan untuk membela apa yang menjadi hak-hak para guru honorer di Simalungun. (Rel)




Discussion about this post