Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS
Ratna Sarumpaet Dilahirkan Boru Hutabarat di Tarutung

Ratna Sarumpaet dan keluarga

Ratna Sarumpaet Dilahirkan Boru Hutabarat di Tarutung

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini memulai kariernya dari dunia drama dan teater

Editor: NEWSCORNER.ID
3 Oktober 2018 | 17:46 WIB
in NEWS, Tokoh
0
Iklan
6.6k
SHARES
15
VIEWS

Aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) ini memulai kariernya dari dunia drama dan teater. Ia penulis, pemain, sekaligus drama director. Temanya banyak mengambil tentang HAM, perlawanan terhadap kekerasan pada wanita, dan kebebasan berpendapat dan berkumpul.

Tak heran, Ratna Sarumpaet terlihat banyak di tengah demonstran untuk menuntut koruptor, penggusur rakyat, penindas, dan penguasa yang sewenang-wenang. Pada 10 Maret 1998, seperti ditulis dalam akun facebooknya, ia memimpin demonstrasi Alinasi Pro Demokrasi untuk menuntut Presiden Soeharto mundur. Bahkan yang terbaru, pada 2016, ia juga sering mendemo Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok karena dianggap sering menggusur pemukiman warga.

Sikap lantang dan berani perempuan kelahiran Tarutung, Tapanuli Utara, 16 Juli 1948 ini tak jauh dari orangtuanya yang dikenal sebagai politikus dan aktivis. Ratna adalah anak kelima dari sembilan bersaudara dari pasangan Saladin Sarumpaet dan Julia Hutabarat. Ratna menikah dengan Achmad Fahmy Alhady dan bercerai. Dari pernikahan mereka dikaruniai empat orang anak.

Ratna Sarumpaet dibesarkan di keluarga Batak Kristen. Lahir dari darah keturunan keluarga Batak, membuat Ratna kecil sangat dididik untuk menjadi disiplin apalagi sang ayah adalah mantan pejuang kemerdekaan dan mantan Menteri Pertanian pada masa Pemerintahan Revolusi Indonesia.

Ayahnya merupakan aktivis politik yang pernah mendirikan sebuah partai bernama Partai Kristen Indonesia (Parkindo). Sang ibu juga pernah memimpin gerakan perempuan Tapanuli yang memperjuangkan kedudukan perempuan dalam tubuh Huria Kristen Batak Protestan(HKBP) yang kebanyakan adalah kaum lelaki. Ibunya adalah sahabat karib dari Mohammad Hatta dan pernah menjabat ketua Persatuan Wanita Kristen Indonesia.

Ratna kecil menganyam pendidikan SD Negeri di daerah Tarutung, setelah lulus SD, ia dan keluarga besar pindah ke Yogyakarta, dan di sana lah Ratna meneruskan pendidikannya di SMP BOPKRI. Setelah 3 tahun menetap di Yogyakarta, Ratna dan keluarga pindah untuk kedua kalinya ke Jakarta dan melanjutkan SMA nya di PSKD I.

Lulus SMA, Ratna yang berumur 19 tahun masuk ke Universitas Kristen Indonesia (UKI) mengambil jurusan arsitek, namun ia memutuskan untuk berhenti kuliah dan memutuskan untuk belajar dunia seni dan teater di Taman Ismail Marzuki (TIM).

Dia memilih dunia seni dan teater karena masih ada kaitannya dengan prinsip orang tuanya agar melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk masyarakat. Kalau ayahnya melalui partai paolitik, Ratna melalui dunia teater.

Ratna muda nekat dan belajar teater secara otodidak dari WS Rendra, debut pertama pementasannya berjudul Rubayat Umar Khayam dan sejak itu banyak hasil karyanya dipentaskan di atas panggung teater.

Berawal dari naskahnya “Marsinah” yang ia tulis berdasarkan peristiwa terbunuhnya buruh wanita saat itu, ia turut mendapatkan apresiasi dan penghargaan dari berbagai pihak dan dikenal sebagai seorang pejuang Hak Asasi Manusia. Selain berkecimpung di dunia teater, Ratna juga melibakan di dunia perjuangan HAM.

Pembunuhan Marsinah, seorang aktivis buruh, pada tahun 1993 menyebabkan Sarumpaet menjadi aktif secara politik. Dia menulis naskah pementasan orisinal pertamanya, Marsinah: Nyanyian dari Bawah Tanah, pada tahun 1994 setelah terobsesi dengan kasus ini.

Hal ini diikuti oleh beberapa karya politik lainnya, yang beberapa diantaranya dilarang atau dibatasi oleh pemerintah. Semakin kecewa dengan tindakan otokratik Orde Baru Soeharto, selama pemilihan umum 1997 Sarumpaet dan grupnya memimpin protes pro-demokrasi.

Untuk salah satu di antaranya, pada Maret 1998, ia ditangkap dan dipenjara selama tujuh puluh hari karena menyebarkan kebencian dan menghadiri pertemuan politik “anti-revolusioner”.

Setelah dibebaskan, Sarumpaet terus berpartisipasi dalam gerakan pro-demokrasi; tindakan ini menyebabkan dia melarikan diri dari Indonesia setelah mendengar desas-desus bahwa dia akan ditangkap karena perbedaan pendapat.

Ketika dia kembali ke Indonesia, Sarumpaet terus menulis stageplays yang bermuatan politik. Ia menjadi kepala Dewan Kesenian Jakarta pada tahun 2003; dua tahun kemudian dia didekati oleh UNICEF dan diminta untuk menulis drama untuk meningkatkan kesadaran perdagangan anak di Asia Tenggara.

Pekerjaan yang dihasilkan berfungsi sebagai fondasi untuk debut filmnya tahun 2009, Jamila dan Sang Presiden. Film ini dikirimkan ke ajang Academy Awards ke-82 untuk Film Berbahasa Asing Terbaik namun gagal masuk nominasi.

Page 1 of 2
12Next
Tags: https://newscorner.idratna sarumpaet

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Kualitas Udara Memburuk, Warga Pematangsiantar Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

19 Oktober 2026 | 20:05 WIB
MEDAN CORNER

Penggerebekan Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan: Pengedar Diringkus, Barak Dimusnahkan

19 Oktober 2026 | 18:29 WIB
NEWS

Banjir Berulang di Suka Maju, Warga Keluhkan Belum Ada Peninjauan dari Kecamatan Marihat

19 Oktober 2026 | 16:13 WIB
MEDAN CORNER

Bawa Samurai Saat Ribut Keluarga Di Medan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

19 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Gang Pantai Medan Sunggal Digerebek, Sejumlah Pelaku Lompat ke Sungai

19 Oktober 2026 | 12:23 WIB
NEWS

FORPROVSU I 2026 Resmi Diundur ke November, Ini Jadwal Terbarunya

19 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Sumut

Kementerian Ekraf Perkuat Daya Saing Kuliner Samosir, Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Menuju Pasar Lebih Luas

18 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Sumut

Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

18 Oktober 2026 | 18:31 WIB
MEDAN CORNER

Residivis Curas Ditangkap Timsus JCS Polrestabes Medan, Diduga Beraksi di Puluhan TKP

18 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Siantar

AIPTU Eko Silalahi dan AIPTU Herry Tarigan Turun ke Pos Kamling, Perkuat Sinergi Polri dan Warga

17 Oktober 2026 | 23:02 WIB
Sumut

Pimpin Langsung Gerebek Sarang Narkoba di Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Amankan Tiga Pria dan Sita Sabu

17 Oktober 2026 | 23:00 WIB
Siantar

Kompol Maralidang Harahap Pimpin KRYD Tiga Pilar, Polres Pematangsiantar Perketat Patroli Malam

17 Oktober 2026 | 22:16 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport