Setelah mengikuti serangkaian proses lomba dan berhasil mengalahkan puluhan tim pelajar dari berbagai daerah se Sumatera Utara, SMAN 1 Matauli Pandan dan SMP AL Muslimin Pandan memenangi lomba penelitian yang digelar Sabtu (6/10) di Medan.
Sebanyak 47 tim penelitian siswa-siswi tingkat SMP dan SMA se-Sumatera Utara bersaing untuk menjadi peneliti terbaik dan perwakilan Sumut di Lomba Peneliti Belia Sumut (LPBSU) ini.
Sebanyak tujuh Kabupaten dan Kota ikut dalam ajang bergengsi di Sumatera Utara ini diantaranya; Kabupaten Deli Serdang, Toba Samosir, Tapanuli Tengah, Tapanuli Utara, Kota Tebingtinggi, Pematang Siantar dan Medan.
Direktur Centre for Young Scientists (CYS), Monika Raharti mengatakan LPB memberikan kesempatan yang besar bagi siswa untuk ambil bagian dalam lomba penelitian tingkat na-sional dan internasional.
Sumut selama ini selalu menjadi bagian dari perwakilan Indonesia pada lomba tingkat internasional yaitu Internasional Conference of Young Scientists (ICYS) dan Asian Pasific Conference of Young Scientists (APCYS). Tahun depan APCYS akan digelar di Thailand dan ICYS akan digelar Serbia.
“Peserta yang akan mengikuti lomba tingkat internasional nantinya akan dibina CYS terlebih dahulu selama 4-6 bulan. Saya mengapresiasi para peserta yang sudah menyelesaikan penelitiannya. Tentu prosesnya tidak mudah dan penuh tantangan,” ungkapnya.

Kriteria penilaian dalam lomba tersebut antara lain seberapa penting latar belakang penelitian untuk komunitas sekitarnya, manfaat penelitian tersebut dan tidak mengawang. Kemampuan siswa dalam mengusulkan penelitian, metodologi serta langkah-langkah yang baik dan pe-nyampaian isi penelitian juga menjadi pertimbangan.
Untuk kategori Ekologi dimenangkan oleh SMA Chandra Kumala School dengan judul penelitian Rice husk ash and eggshells as substitutes for cement in making concrete, sedangkan kategori Ilmu Hayati dimenangkan team dari SMP Swasta AL Muslimin Pandan Tapanuli Tengah dengan penelitian Bubuk teh dari daun Kersen penurun kadar gula darah ( Diabetes ).
Untuk kategori Komputer, Matematika dan Fisika dimenangkan oleh SMP Chandra Kumala School dengan penelitian Arduino Based Auto Control Systems to Prevent Ship Overloaded.
Terakhir pada bidang Psikologi, Sejarah, Budaya dan Geografi diraih oleh SMAN 1 Matauli Pandan dengan judul penelitian Keberagaman dan Akulturasi Budaya Suku Pesisir Sibolga dan Bugis Di Hajoran, Kabupaten Tapanuli Tengah.
Sedangkan untuk juara poster dimenangkan oleh SMA Matauli, Tapanuli Tengah dengan judul Budaya Suku Pesisir Sibolga dan Suku Bugis pada bidang Sosial, Sementara 3 bidang poster lainnya dimenangkan oleh SMAN 4 Tebingtinggi dengan judul Ular Tangga listrik pada bidang science, Penyaring air Parit pada bidang Ekologi dan Areca Nut Dryer pada bidang Life Science.
Ketua Panitia LPBSU 2018, Nining Kartika mengatakan ada empat kategori penelitian yang dilombakan, yakni Ilmu hayati, Ekologi, Campuran (komputer, Matematika dan Fisika) dan pembahan bidang yang terbaru pada tahun ini berupa Ilmu Sosial yang terdiri dari Psikologi, Sejarah, Budaya dan Geografi.
Penelitian dari bidang Hayati dan Ekologi masih mendominasi seperti tahun-tahun sebelumnya. Para peserta mengikuti dua sesi lomba, dan terakhir berupa lomba poster penelitian dan presentasi. Tidak semua peserta melakukan presentasi, hanya peserta yang lolos poster saja yang melakukan presentasi hasil penelitiannya di depan para juri.
“Penelitian harus memberikan solusi dan alternatif bagi daerah. Idealnya 33 kabupaten/kota memiliki tim riset, itu menjadi kunci perubahan bangsa kita. Tidak hanya melahirkan orang-orang yang kritis tapi juga memberikan solusi dengan melakukan penelitian,” ungkap Nining Kartikasari Cendekia selaku Ketua Panita kepada awak media.(Vay)




Discussion about this post