Sistem pencatatan dan perekaman kehadiran pegawai dengan finger print bukanlah hal yang baru, di beberapa wilayah sistem tersebut sudah digunakan di pabrik kondom, swalayan dan tempat kerja lainnya.
Sistem ini memang dinilai sangat efektif untuk mengantisipasi tindak kecurangan dan manipulasi kehadiran.
Di Kantor Walikota Pematangsiantar, sistem tersebut pun sudah pernah diberlakukan sebelumnya. Namun akhirnya tak berlanjut dan berhenti di tengah perjalanan.
Terakhir, Senin (15/10/2018) dua mesin (alat) finger print terlihat sudah dipasang di depan ruangan Sekda. Namun alat tersebut belum berfungsi atau digunakan.
Sekretaris BKD Pemko Siantar , Jan Purba kepada wartawan menyampaikan alat tersebut akan terkoneksi ke Sekretaris BKD Pemko Siantar .
“Setiap kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) nantinya akan menerapkan sistem absensi wajah bagi para pegawai dan saat ini penerapan mesin absensi wajah masih di seputaran areal kantor Walikota. Bagi OPD yang menerapkan mesin absensi, adapun pembiayaannya di tanggung oleh masing-masing OPD” sebut Jan kepada wartawan.
Kabag Humas Pemko Pematangsiantar, Hammam Soleh AP ketika dikonfirmasi atas penerapan sistem tersebut, menyampaikan sedang dalam prosses pembrenahan dan diupayakan beroperasi minggu ini.(Vay)


Discussion about this post