AKBP Budi Pardamean Saragih resmi menjabat Kapolres Pematangsiantar. Sedangkan Kapolres Pematangsiantar sebelumnya, AKBP Heribertus Oppusunggu pindah menjadi Kapolres Simalungun.
Keduanya dilantik dan serah terima jabatan (sertijab) bersama dengan 3 Kapolres lainnya di jajaran Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu), di Aula Tribata Mapoldasu, Jalan Sisingamangaraja Medan, Kamis (19/9).
Sertijab dipimpin Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto didampingi Wakapoldasu Brigjen Pol Mardiaz K Dwihananto. Hadir juga Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto.
Kelima Kapolres yang melaksanakan sertijab yakni, AKBP Frido Situmorang Kapolres Labuhanbatu menjadi Wadirpamobvit Polda Jambi, AKBP Agus Darojat Kapolres Samosir menjadi Kapolres Labuhanbatu, dan Kasat Reskrim Polrestabes Medan AKBP Putu Yudha Prawira menggantikan AKBP Irfan Rifai yang sebelumnya menjabat Kapolres Tanjungbalai.
Lalu, AKBP Heribertus Oppusunggu yang sebelumnya Kapolres Pematangsiantar menjadi Kapolres Simalungun. Untuk jabatan Kapolres Pematangsiantar dipercayakan kepada AKBP Budi Pardamean Saragih yang sebelumnya Kapolres Jembrana Polda Bali. Selanjutnya, AKBP Muhammad Saleh Kasubditgasum Ditsamapta Poldasu menjadi Kapolres Samosir. Sementara, AKBP Marudut Liberty Panjaitan dari Kapolres Simalungun menjadi Wadirpolairut Polda Kepri.
Mutasi jabatan kapolres jajaran di Poldasu ini berdasarkan putusan Kapolri kepada Distribusi A KMA B dan C Mabes Polri dengan lampiran ST/2317/IX/KEP/2019.
Kapoldasu Irjen Pol Agus Andrianto usai acara kepada wartawan mengatakan, para Kapolres yang baru diminta segera melakukan pengenalan situasi dan kondisi wilayah masing-masing.
“Sadari bahwa tugas kepolisian bukan hanya menjaga Kamtibmas, tapi juga fokus membantu program-program kerja pemerintahan setempat, hingga dapat menunjang sektor kepariwisataan, dan ekonomi untuk meningkatkan bina usaha masyarakat,” katanya, seraya menambahkan bila masyarakat sejahtera, maka Kamtibmas akan kondusif.
Dalam usaha mencegah kebakaran hutan dan lahan, kepolisian akan melibatkan pemerintah setempat, Bhabinkamtibmas, dan Babinsa untuk menditeksi kebakaran hutan dan lahan di Sumatera Utara.
“Syukur Alhamdulillah hingga saat ini, atas Rahmat Allah SWT tentunya, masyarakat bersama Kepolisian dan unsur Manggala Agni segera merespon bila ada ditemukan titik api, seperti yang ada di Humbahas dan Tapanuli Tengah, telah dilakukan upaya-upaya pemadaman. Kami juga mengingatkan pada satuan kewilayahan yang ada di wilayah-wilayah perbatasan dengan Riau, yang asapnya sudah masuk ke Sumatera Utara, jangan sampai apinya juga masuk juga,” sebutnya.
Dilanjutkan Jenderal berbintang dua ini, untuk kasus narkoba sebenarnya bukan hanya Tanjungbalai yang menjadi pintu masuk.
“Kita mempunyai garis pantai yang cukup luas dan panjang, sehingga jalur narkoba bisa masuk dari mana saja, bisa dari Aceh dan wilayah lain yang berbatasan dengan negara tetangga, seperti yang tadi malam Rabu (18/9) kita ungkap, narkoba sebanyak 19 kilogram dari daerah Tanjungbalai,” terangnya.
Sementara itu, Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Hendri Marpaung SH di lokasi acara membenarkan pengungkapan 19 kilogram sabu.
“Ada kita ungkap 19 kilogram sabu-sabu dari Jalan Sudirman Tanjungbalai. Namun kedua pelaku melarikan diri dengan meneriaki petugas kami yang hendak menangkapnya. Identitas keduanya sudah kami kantongi. Kami imbau keduanya segera menyerahkan diri,” pungkasnya. (*)


Discussion about this post