Seminar Nasional yang mengantarkan kembali agar Tuan Rondahaim Saragih dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Sejarah tertulis mengatakan melalui kajian ilmiah bahwa Tuan Rondahaim Saragih berjuang untuk mempertahankan kebangsaan hingga bentuk perlawanan terhadap penjajah sehingga layak untuk dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional yang berasal dari daerah Simalungun, Sumatera Utara.
Buku yang berjudul Napoleon Der Batak’s yang disematkan oleh Belanda mengungkapkan kegigihan Tuan Rondahaim dalam menentang penjajahan Belanda. Bahwa Tuan Rondahaim berhasil mengajak pasukan Gayo, Karo, Melayu, dan Simalungun bersama-sama mengangkat senjata menentang penjajahan Belanda. Berbekal pengalaman dan pendidikan yang diterima Tuan Rondahaim dari saudara sepupunya Maharaja Padang Tebingtinggi Tengku Muhammad Nurdin (Saragih Garingging Dasalak) selama di istana Kerajaan Padang ketika remaja. Tuan Rondahaim mampu berkomunikasi dalam bahasa Melayu yang menjadi bahasa pergaulan (Lingua Franca) saat itu. [dikutip dari tulisan Pdt Juandaha Raya Purba].
Seminar Nasional yang bertajuk Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Dalam Menentang Kolonialisme Belanda di Aula Fakultas Ilmu Budaya Universitas Sumatera Utara (Selasa, 3 Maret 2020), mendapat dukungan dari berbagai elemen organisasi masyarakat agar segera tindak lanjut seminar tersebut mengantarkan penobatan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional yang berasal dari daerah Simalungun.
Dewan Pengurus Pusat Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Simalungun (DPP HIMAPSI) memberikan apresiasi dan dukungan terhadap proses penobatan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional melalui Seminar Nasional.
“Tentu proses yang sangat panjang untuk penobatan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional. Daerah Simalungun punya banyak Pahlawan lokal selain Tuan Rondahaim Saragih dalam menentang penjajahan oleh Belanda. Kami DPP HIMAPSI mengapresiasi dan mendukung penuh agar Tuan Rondahaim dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional, mengingat perjuangan Tuan Rondahaim yang begitu bersemangat menentang penjajahan Belanda,” ujar Sekretaris Jenderal DPP HIMAPSI Fransetia Turnip SH.
Selain DPP HIMAPSI yang mendukung penobatan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional, H Ibnu Habibi Lubis SHI Dewan Penasehat Pimpinan Cabang GP ANSOR Kabupaten Simalungun turut serta hadir pada Seminar Nasional yang bertajuk Perjuangan Tuan Rondahaim Dalam Menentang Kolonialisme Belanda mendukung Tuan Rondahaim Saragih agar segera dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional. Habibi Lubis yang akrab disapa Oby mengungkapkan bahwa di Daerah Simalungun belum ada tercatat pada lembaran Negara sebagai Pahlawan Nasional. Menurutnya, sudah saatnya semua mendukung Tuan Rondahaim Saragih agar segera dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional dari Simalungun.
“Pada lembaran Negara, belum ada tercatat Pahlawan Nasional yang berasal dari Simalungun. Banyak sekali kita mendengar pejuang-pejuang dari Simalungun yang menentang kolonialisme Belanda, namun belum tercatat di lembaran Negara sebagai Pahlawan Nasional. Tentunya, hal ini harus didukung agar semangat Tuan Rondahaim Saragih yang menentang kolonialisme Belanda segera dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional. Melalui langkah-langkah serta tahapan-tahapan harus dilewati agar proses penobatan sebagai Pahlawan Nasional tercapai. Sebagai Dewan Penasehat PC GP ANSOR sangat mengapresiasi Seminar Nasional yang bertajuk Perjuangan Tuan Rondahaim Saragih Yang Menentang Kolonialisme Belanda. Bentuk dukungan tersebut disampaikan melalui surat dukungan rekomendasi agar Tuan Rondahaim Saragih segera dinobatkan menjadi Pahlawan Nasional,” ujarnya saat ditemui di lokasi Seminar.
Diketahui kegiatan seminar tersebut digelar atas kerjasama FIB USU dengan Pemerintah Kabupaten Simalungun. Bupati Kabupaten Simalungun JR Saragih juga turut hadir dalam kegiatan seminar tersebut. Pada awak media JR Saragih mengungkapkan perjuangan Pemerintah Kabupaten Simalungun untuk menjadikan Tuan Rondahaim Saragih menjadi Pahlawan Nasional sudah dilakukan sejak lama. Ia mengatakan bahwa usulan tersebut sudah sampai ke Kementerian Sosial. Sembari mengikuti proses penobatan Tuan Rondahaim Saragih sebagai Pahlawan Nasional, Ia juga mengatakan Pemerintah Kabupaten Simalungun juga secara bertahap akan membangun tugu Tuan Rondahaim Saragih di Simalungun.
Usai digelarnya Seminar Nasional, Ketua Panitia yang juga Ketua Program Studi Sejarah Edi Sumarno MHum mengatakan Seminar Nasional menghadirkan beberapa pembicara diantaranya Dr Ida Liana MHum (Unimed), Dr Suprayitno (USU), Prof Hoga Saragih (Univ Bakrie Jakarta), Dr Abdul Syukur (UNJ), Prof Dr M Dien Madjid (UIN Syarifhidayatullah Jakarta), dan Pepen Nazaruddin MSc (Dirjen Pemberdayaan Sosial, Kemensos RI).
(Dedi Damanik)




Discussion about this post