Tindakan tak terpelajar dipertontonkan sejumlah pelajar di Kota Pematangsiantar, Sumatera Utara pada Rabu (11/3) siang. Sekelompok pelajar tersebut terlibat tawuran dan melakukan penganiayaan terhadap dua orang wartawan yang sedang melaksanakan tugas liputan.
Belum diketahui pasti terkait pemicu tawuran antar dua kelompok pelajar yang ada di Kota Pematangsiantar itu. Namun dua orang jurnalis media cetak yakni Yudha (29) dan seorang rekannya jadi sasaran.
“TKP nya di Lapangan H Adam Malik dan Taman Bunga (Merdeka) kami meliput, pas mau meliput seratusan pelajar itu tiba-tiba menyerang kami. Ada yang melempari batu dan pakai bambu mau memukul kami. Gitu kena pukul dan diserang, kami langsung lari, berusaha menyelamatkan diri” terang korban.
“Kami dengar suara orang itu, orang itu ngaku anak STM. Celananya panjang warna biru,” katanya.
Rizky pun mengaku terkena tunjangan di bagian perutnya hingga mengakibatkan perih. “Sakit, ada beberapa kali kena tendangan sebelum kami lari dari kerumunan massa pelajar itu,” ucapnya.
Yudha mengaku mendapat pukulan di bagian badan dan kepalanya.
“Bambu itu diambil dari spanduk-spanduk yang ada di pinggiran Tanah Lapang Adam Malik dan Taman Bunga. Batunya juga dikutipi orang itu dari pinggir jalan untuk melempari kami,” kisah Yudha.
“Badanku dan kepalaku dipukuli anak STM yang pake celana panjang warna biru. Ada videonya direkam tadi semua di TKP,” sambungnya.
Peristiwa yang dialami oleh kedua jurnalis itu pun dilaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Siantar. Tak berselang lama, personel Satuan Reskrim Polres Siantar dan Polsek Siantar Barat terjun ke lapangan dan menyisir TKP
Salah seorang pelajar yang diduga kuat terlibat dalam pemukulan RP (16) diamankan polisi.
RP pun sampai saat ini masih dalam pemeriksaan polisi di ruang SPKT Polres Pematangsiantar yang sebelumnya diamankan dari Polsek Siantar Barat.
“Iya bang, kami sekolah di Taman Siswa (Tamsis). Tadi memang ribut abang-abangan kami. Ngga tau mau main sama siapa, cuma ngga ikut aku,” kata RA teman sekolah RP yang ditemui di Polsek Siantar Barat.
Adlis Efendi, salah seorang warga Jalan Tombang, Kelurahan Timbang Galung, Kecamatan Siantar Barat, mengatakan sudah sering ratusan pelajar itu terlihat bentrok.
“Tiap hari di sini nongkrong-nongkrong sampai jam 3 sore pulang sekolah. Tiap hari ribut, berantam aja terus,” katanya.




Discussion about this post