Sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD), Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar, sepertinya sudah melirik potensi bisnis di tengah Pandemi Covid -19. Melalui surat yang dikeluarkan RSUD dan ditandatangani oleh dr Ronald Saragih disampaikan sejumlah tarif yang ditetapkan untuk masing- masing test beserta surat keterangan yang dikenakan biaya surat keterangan, pendaftaran dan administrasi. Dalam surat bernomor 800/6878/II/TU/VII/2020 itu disampaikan rincian tarifnya.
“Sehubungan dengan Peningkatan dan Pengembangan layanan kesehatan di Unit Laboratorium RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar dan sesuai dengan Surat Keputusan Pemimpin Badan Layanan Umum Daerah RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar dengan No:800/6878/2/TU/07/2020 dapat kami sampaikan kepada Masyarakat Umum khususnya Masyarakat Kota Pematangsiantar Tarif Pemeriksaan Laboratorium RSUD dr. Djasamen Saragih sebagaimana terlampir dalam Surat Keputusan tersebut.
Mulai hari ini RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar melayani Tes Cepat Molekuler sehingga tidak perlu lagi di kirim ke Medan dan hasil pemeriksaan akan lebih cepat diperoleh. Dengan langkah ini diharapkan dapat membantu penurunan penyebaran Virus Covid 19 di Kota Pematangsiantar khususnya” demikian disampaikan melalui media sosial.
Selanjutnya disampaikan juga bahwa Launching Metode Tes Cepat Molekuler (TCM) dengan alat GenExpert untuk pemeriksaan Virus Corona COVID 19 di RSUD dr.Djasamen Saragih telah dilakukan. “Mulai hari ini RSUD dr. Djasamen Saragih Kota Pematangsiantar melayani Tes Cepat Molekuler sehingga tidak perlu lagi di kirim ke Medan dan hasil pemeriksaan akan lebih cepat diperoleh . Dengan langkah ini diharapkan dapat membantu penurunan penyebaran Virus Covid 19 di Kota Pematangsiantar khususnya,”demikian dituliskan.
Newscorner.id pun meminta konfirmasi lebih lanjut atas informasi tersebut kepada dr Ronald Saragih.Ketika ditanyakan apakah tarif yang diterapkan oleh RSUD tersebut tidak terlalu mahal, dr Ronal menyampaikan tarif tersebut sudah terbilang murah jika dibandingkan dengan yang ditetapkan oleh lembaga swasta.
” Sudah murah itu, di Siantar cuma ada di Prodia. biayanya dua setengah juta. Ini alatnya saja satu juta rupiah sekali pakai,” terang dr Ronald.
Ia juga menyampaikan alat yang saat ini ada di rumah sakit hanya diperuntukkan bagi pasien covid dan tidak dikomersilkan, karena merupakan bantuan dari pusat untuk covid. Keputusan yang dikeluarkan oleh rumah sakit tersebut berlaku untuk pasien mandiri.
“Itu untuk pasien mandiri. Alat yang ada saat ini untuk pasien covid. karena biayanya ditanggug pemerintah sesuai dengan keputusan kementerian,” katanya.
Dijelaskannya tarif tersebut dikeluarkan, jika ke depannya nanti ada alat yang dimiliki oleh RSUD.
“Saat ini belum bisa, karena alatnya masih kita cari. kalau sudah dapat kita operasikan dalam melayani masyarakat,” kata dr Ronald.
Menangggapi hal tersebut, warga Pematangsiantar menilai niat dan rencana itu positif.
Itu rencana yang baik dan positif. Kami juga ada rencana meningkatkan gizi masyarakat dengan menyiapkan susu sapi, tapi saat ini sapinya masih dicari,” ujar warga itu sambil tersenyum.


Discussion about this post