Bripka Junias Simbolon, personil Polres Siantar terluka di bagian kepala terkena lemparan batu dari arah massa saat kericuhan terjadi antara pengunjuk rasa dan polisi di depan kantor DPRD Pematangsiantar pada Kamis(8/10). Ia terkena lempar saat mengambil gambar di atas gerbang. Menurut keterangannya saat Junias mengambil gambar dari bagian atas gerbang saat kericuhan terjadi ada lemparan batu mengarah ke bagian kepalanya.
Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Siantar Inspektur Polisi Satu Rusdi dalam keterangannya mengatakan Bripka Junias Simbolon terkena lemparan batu di bagian kepala hingga mengeluarkan darah.
“Junias mendapatkan empat jaitan pada pelipis mata sebelah kirinya,” katanya.
Sesaat setelah Junias terkena lepmparan batu langsung dipapah oleh Ferry Napitupulu seorang jurnalis Siantar yang tengah meliput di lokasi kejadian.
“Junias Simbolon sedang mengambil dokumentasi gambar, tak jauh dari sejumlah wartawan yang tengah meliput,” terang Ferry Napitupulu yang akrab disapa Napit itu.
Gerakan Rakyat Melawan (Gerilyawan) menolak Undang-undang Cipta Kerja (UU Ciptaker). Aksi demo tersebut dilakukan oleh mahasiswa dan sejumlah masyarakat, sempat juga diguyur hujan, tak menyurutkan demonstran membubarkan diri,
Massa aksi mencoba masuk dan menimbulkan kericuhan. Massa kemudian terlihat terpicu emosi dan loss control melakukan pelemparan batu, botol kemasan, sendal ke barikade polisi.
AKBP Boy Sutan Binanga Siregar mengatakan, selain Bripka Junias Simbolon ada dua anak buahnya yang lain terluka akibat lemparan oleh demonstran.
“Baru saya dapat informasi, ada dua lagi anggota yang terkena. Dari mahasiswa nanti saya cek dulu ada atau tidak yang diamankan,” katanya di lokasi.
Dovasep (pimpinan aksi) mengatakan aksi lemparan batu itu bukan dari yang massa aksi yang di pimpin nya”
“Yang melempar batu itu bukan dari massa yang tergabung dari Rakyat melawan, banyak orang hadir dari luar massa aksi kami, tetapi itu tadi karena kita loss control, saat kawan kawan Gerilyawan terlalu euforia dorong mendorong, ada masuk dari belakang main lempar-lempar batu kita tidak tahu siapa, yang membuat kerusuhan ini terjadi,” ungkapnya di lokasi.(Aldy S)


Discussion about this post