Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS Nasional
Setelah Terbit Sertifikasi, Vaksinasi 9,1 Juta Orang Mulai November

Ilustrasi vaksin COVID-19.

Setelah Terbit Sertifikasi, Vaksinasi 9,1 Juta Orang Mulai November

Editor: NEWSCORNER.ID
20 Oktober 2020 | 04:26 WIB
in Nasional, NEWS
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Vaksinasi Covid-19 adalah hal yang paling ditunggu-tunggu semua kalangan. Meski demikian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya tidak tergesa-gesa. Jokowi tidak ingin program vaksinasi berakhir seperti UU Cipta Kerja yang didemo di mana-mana.

 

Rencana vaksinasi itu dibahas secara khusus dalam rapat terbatas (ratas) di Istana Merdeka, Jakarta, kemarin (19/10).

 

Jokowi menyatakan, informasi soal vaksinasi Covid-19 tidak boleh tergesa-gesa disampaikan kepada masyarakat. ”Menyangkut nanti persepsi masyarakat. Kalau komunikasinya kurang baik, bisa terjadi seperti UU Cipta Kerja,” kata Jokowi dalam pidato pengantarnya.

 

Seperti diketahui, UU Cipta Kerja yang disahkan DPR pada 5 Oktober lalu memicu aksi protes di berbagai daerah. Versi pemerintah, aksi demo dipicu kesalahan informasi yang diterima publik. Karena itu, kini Jokowi meminta program vaksinasi dipersiapkan dengan baik. Termasuk urusan komunikasi publiknya. Di antaranya menyangkut informasi soal halal dan haram vaksin, harga, kualitas, dan sistem distribusi. Jokowi juga mengingatkan, tidak semua informasi soal vaksin perlu disampaikan ke publik. Khususnya tentang harga.

 

Menurut mantan gubernur DKI Jakarta itu, titik kritis vaksinasi Covid-19 adalah pada tahap implementasinya. ”Jangan anggap mudah implementasinya,” katanya. Pihak-pihak mana saja yang disuntik vaksin terlebih dahulu harus dipetakan. Juga wajib disampaikan ke publik kenapa pihak-pihak itu mendapatkan jatah vaksin lebih dahulu.

 

Kemudian, siapa saja yang mendapatkan vaksin secara gratis dan vaksin dengan biaya mandiri juga harus dijelaskan dengan baik kepada masyarakat. Jokowi tidak ingin proses vaksinasi nanti dihantam isu dan dipelintir. ”(Bisa memicu, Red) Demo lagi. Karena masyarakat dalam masa sulit,” ujarnya.

 

Jokowi menjelaskan, program vaksinasi gratis nanti menjadi urusan Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Sedangkan vaksinasi berbayar atau mandiri menjadi urusan Kementerian BUMN dengan perusahaan-perusahaan pelat merah terkait.

 

Dia meminta persiapan di lapangan dimaksimalkan. Untuk mendukung implementasi vaksinasi Covid-19 nanti, perlu dipersiapkan program pelatihan atau training mulai sekarang. ”Jangan anggap enteng (implementasi vaksinasi, Red),” ucap Jokowi. Dia meminta program pelatihan itu melibatkan perwakilan WHO di Indonesia.

 

Dia menjelaskan, vaksin Covid-19 butuh perlakuan khusus. Bahkan, penanganan antara satu merek dengan merek lain berbeda-beda. Mulai penyimpanan hingga proses distribusi. ”Ini bukan barang gampang. Saya yakin tidak mudah,” sebutnya.

 

Jokowi mengaku sudah menerima laporan tentang vaksin Covid-19 dari AstraZeneca. Vaksin itu diperkirakan tiba April tahun depan. Setiap bulan Indonesia mendapatkan sebelas juta dosis. Dengan total seratus juta dosis.

 

Pada kesempatan lain, Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan Achmad Yurianto memaparkan bahwa penemuan vaksin Covid-19 tidak berarti akhir dari pandemi. Vaksinasi, menurut Yuri, akan membuat seseorang tidak sakit. Namun, tidak melindungi penerima vaksin dari paparan virus Covid-19. ”Yang utama adalah tetap melaksanakan protokol kesehatan,” ucapnya kemarin.

 

Vaksin ditujukan untuk memberikan kekebalan tubuh agar ketika terpapar virus tidak menjadi sakit. Namun, orang yang telah divaksin harus tetap menjaga diri agar tidak terpapar virus Covid-19. Jika tidak, tubuhnya akan kebal, tapi virus tetap bisa masuk dan menular ke orang lain yang belum divaksin. ”Bila yang tertular ini memiliki faktor risiko seperti ada komorbid, orang itu akan jatuh sakit,” kata Yuri. Dia menegaskan, vaksin tidak boleh dianggap sebagai penyelesaian akhir pandemi.

 

Lebih lanjut, dia menerangkan, jumlah kandidat vaksin Covid-19 sudah lebih dari 39. Namun, tahapannya berbeda. Ada vaksin yang masih uji coba di laboratorium. Namun, ada juga yang sudah uji klinis fase ketiga. ”Seluruh dunia sedang mengidentifikasi yang sudah selesai uji klinis fase ketiga,” kata Yuri.

 

Pemerintah Indonesia mencari vaksin yang sudah siap dan aman digunakan. Karena itu, ada tim yang ditugaskan berkunjung ke beberapa negara yang sedang membuat vaksin Covid-19. Tiongkok, salah satunya. Sebab, beberapa perusahaan farmasi di sana sedang meneliti berbagai jenis vaksin Covid-19. Misalnya, yang dilakukan Sinovac dan Sinopharm.(jp)

Tags: berita nasionalinfo nasionaljokowi

Discussion about this post

Berita Terbaru

NEWS

Kualitas Udara Memburuk, Warga Pematangsiantar Diimbau Kurangi Aktivitas di Luar Ruangan

19 Oktober 2026 | 20:05 WIB
MEDAN CORNER

Penggerebekan Sarang Narkoba di Gang Nasional Medan: Pengedar Diringkus, Barak Dimusnahkan

19 Oktober 2026 | 18:29 WIB
NEWS

Banjir Berulang di Suka Maju, Warga Keluhkan Belum Ada Peninjauan dari Kecamatan Marihat

19 Oktober 2026 | 16:13 WIB
MEDAN CORNER

Bawa Samurai Saat Ribut Keluarga Di Medan, Dua Terduga Pelaku Penganiayaan Ditangkap Polisi

19 Oktober 2026 | 14:03 WIB
MEDAN CORNER

Sarang Narkoba Gang Pantai Medan Sunggal Digerebek, Sejumlah Pelaku Lompat ke Sungai

19 Oktober 2026 | 12:23 WIB
NEWS

FORPROVSU I 2026 Resmi Diundur ke November, Ini Jadwal Terbarunya

19 Oktober 2026 | 10:33 WIB
Sumut

Kementerian Ekraf Perkuat Daya Saing Kuliner Samosir, Sertifikasi Kompetensi Jadi Langkah Menuju Pasar Lebih Luas

18 Oktober 2026 | 19:28 WIB
Sumut

Dari Cita Rasa Lokal Menuju Pasar Global, Kementerian Ekraf Perkuat Kompetensi Kuliner Samosir

18 Oktober 2026 | 18:31 WIB
MEDAN CORNER

Residivis Curas Ditangkap Timsus JCS Polrestabes Medan, Diduga Beraksi di Puluhan TKP

18 Oktober 2026 | 07:50 WIB
Siantar

AIPTU Eko Silalahi dan AIPTU Herry Tarigan Turun ke Pos Kamling, Perkuat Sinergi Polri dan Warga

17 Oktober 2026 | 23:02 WIB
Sumut

Pimpin Langsung Gerebek Sarang Narkoba di Sibolga, AKBP Budi Prasetyo Amankan Tiga Pria dan Sita Sabu

17 Oktober 2026 | 23:00 WIB
Siantar

Kompol Maralidang Harahap Pimpin KRYD Tiga Pilar, Polres Pematangsiantar Perketat Patroli Malam

17 Oktober 2026 | 22:16 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport