Peraih suara terbanyak, Pikada Siantar 2020 Asner Silalahi meninggal dunia pada Rabu 13 Januari 2021. Ia menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Columbia kota Medan. Beredar informasi bahwa Asner meninggal karena Covid-19.
Terkait kabar tersebut, sumber lain menyebutkan bahwa sebelumnya Asner memang telah di rawat di rumah sakit. Namun hasil swab test terakhir, disampaikan bahwa Asner dinyatakan negatif Covid-19.
Dalam hasil pemeriksaan laboratorium R.S Columbia Asia Medan pada swab ke empat (4) tanggal 13 Januari 2021. Keluarnya surat tersebut Asner Silalahi dinyatakan Negatif Sars Covid-19.
“Benar meninggal dunia tadi. Kabarnya di Rumah Sakit Columbia Medan.” ujar Ketua DPD Partai Golkar kota Siantar, Mangatas Silalahi saat di konfirmasi.
Kematian Asner Silalahi, Rabu (13/1/2021) di rumah sakit Columbia Asia dipastikan bukan karena Covid-19 tetapi karena gula darah dan kolestrol.
Adik kandung Asner, Bolmen Silalahi mengatakan, beranjak dari keterangan pihak rumah sakit, proses pemakaman almarhum akan digelar sesuai adat istiadat batak.
“Sekarang kita sedang menunggu surat dari dokter,” katanya pukul 21.25 WIB.
Disampaikan juga bahwa almarhum akan disemayamkan di Jalan Sidamanik, Kelurahan Martimbang, Kecamatan Siantar Selatan.
“Kami mengharapkan doa masyarakat agar semua acara berjalan baik dan keluarga diberikan kekuatan, karena beban ini terlalu berat,” ucapnya.
Setelah acara adat, almarhum akan dikebumikan di pemakaman keluarga di Huta Turunan, Bah Sampuran, Kabupaten Simalungun.
“Acara pengebumian belum bisa kita pastikan. Keluarga akan diskusikan dulu, tapi direncanakan hari Jumat,” jelasnya.
Kabar itu turut dibenarkan ketua tim pemenangan Asner dan Susanti saat pemilihan lalu.
“Iya benar meninggal dunia,” ujar Ferry Sinamo.
Usai Pilkada Kota Pematangsiantar berlangsung, Asner memang jarang terlihat. Asner dikabarkan mengalami sakit dan harus menjalani perawatan.
Asner Silalahi maju sebagai calon Walikota Pematangsiantar berpasangan dengan dr Susanti Dewayani Spa dan diusung oleh 8 Partai dengan 30 kursi di DPRD Kota Pematangsiantar.
Pasangan ini ditetapkan sebagai peraih suara terbanyak melawan kolom kosong pada 16 Desember 2020 lalu.
Pria kelahiran Kota Pematangsiantar 19 Juli 1961 itu menghembuskan nafas terakhir saat usia menapak 60 tahun . Ia meninggalkan seorang istri, Juliati Sihombing, dan tiga orang anak, yakni Sondi Pittor Manahan Silalahi, dr May Irtia Silalahi dan Uzia Manogari Silalahi.


Discussion about this post