Warga dan pekerja di sekitar pelabuhan Sibolga pada Kamis (14/10) malam tetiba dibuat heboh, Reja Perdana Simatupang (25) ABK Kapal Penyeberangan Sibolga-Gunungsitoli kejang-kejang.
Kapolres Sibolga, AKBP Triyadi melalui Kasubbag Humas, Iptu R Sormin menerangkan, berdasarkan keterangan saksi kepada Polisi, pada saat itu, Reja Perdana Simatupang bersama seorang rekannya Wahyu Hadi sedang melaksanakan tugas mencatat Nomor Polisi (Nopol) dan mengatur posisi kendaraan yang masuk ke dalam kapal. Tiba-tiba Reja terjatuh dan mengalami kejang-kejang.
“Melihat kejadian itu, rekan-rekan Reja kemudian membawa ke dalam Gardek kapal dan melihat dari mulut dan hidungnya keluar cairan berwarna biru,” ucap Sormin.
Selanjutnya pihak kapal menghubungi orang tuanya dan 10 menit kemudian membawa Reja ke salah satu rumah sakit di Kota Sibolga guna mendapatkan pertolongan medis. Namun korban yang dibawa dengan menggunakan beca bermotor (Betor) saat tiba di rumah sakit sudah dalam kondisi tidak sadarkan diri.
“Reja lalu dimasukan ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) untuk mendapatkan penanganan medis. Sekira pukul 20.20 WIB dinyatakan meninggal dunia,” kata Sormin.
Jenajah Reja Perdana Simatupang lalu dibawa dari rumah sakit ke rumah duka di Jalan Imam Bonjol, Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Sibolga Kota untuk disemayamkan dan dikebumikan Jumat (15/1).


Discussion about this post