Bocah 7 tahun, Eljiren Dermawan Zebua hanyut di laut (tempat pemandian) di Museum Pusaka Nias, Minggu (7/2) sekitar pukul 13.25 WIB. Warga Desa Lasara Idanoi Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kabupaten Nias itu hanyut saat mandi-mandi usai mengikuti ibadah Sekolah Minggu.
Kapolres Nias melalaui Kasubbag Humas Aiptu Yasdsen Hulu menerangkan Minggu pagi sekitar pukul 10.00 WIB, rombongan dari Gereja Pantekosta Tabernakel (GPT) Immanuel Desa Larasa tiba di Museum Pusaka Nias. Rombongan tersebut melaksanakan ibadah bagi anak-anak Sekolah Minggu. Selain guru-guru Sekolah Minggu, orangtua masing-masing anak tersebut turut mendampingi.
Usai kegiatan ibadah, atau sekitar pukul 12.30 WIB, acara dilanjutkan dengan istirahat dan makan siang. Setiap anak diawasi orangtua masing-masing.

Saat istirahat, tetiba salah seorang pengunjung melihat seorang anak hanyut di laut. Ia langsung berteriak dan berusaha memberikan pertolongan kepada korban. Ia mengangkat korban dari air. Saat itu, korban yang diketahui bernama Eljiren Dermawan Zebua dalam kondisi tidak sadarkan diri. Selanjutnya, korban langsung dibawa ke RSUD dr Thomson Nias.
Di RSUD, petugas medis memasangkan oksigen (O2) Suction dan dilakukan RJP (Resusitasi Jantung Paru). Namun sekira pukul 13.56 WIB, korban tidak dapat ditolong dan dinyatakan meninggal dunia.
Menurut pihak RSUD Thomson Nias, korban meninggal dunia akibat terlalu banyak menelan air laut. Oleh keluarga, jenazah korban dibawa ke rumah duka di Desa Lasara Idanoi Kecamatan Gunungsitoli Idanoi Kota Gunungsitoli.


Discussion about this post