Hati Rahmadi benar-benar hancur. Dua dari tiga anaknya menjadi korban tewas dalam kecelakaan lalu-lintas (lakalantas) antara bus Intra dengan mobil Toyota Avanza, di Pabatu Kota Tebingtinggi, Minggu (21/2) malam. Dua anaknya yaitu Fachrul Hanafi (22) dan Arzita Maulani (18).
Senin (22/2) pagi rumah duka di Gang Karto Dusun IX Kenanga Desa Lau Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang penuh pelayat.
“Anak saya meninggal dua orang. Satu laki-laki, satu perempuan,” ujar Rahmadi.
Diterangkan pria tersebut, kedua anaknya bersama beberapa temannya yang merupakan anggota remaja masjid menghadiri pesta pernikahan di Pematangsiantar.
Menurut Rahmadi, Minggu malam sekitar pukul 20.00 WIB ia masih bertelepon dengan Fachrul. Saat itu, Fachrul dan rombongan masih berada di Sidamanik. Sekitar satu jam kemudian, terjadilah kecelakaan.
Diakui Rahmadi, ia dihubungi polisi yang mengabarkan peristiwa kecelakaan tersebut. Polisi, menggunakan handphone (Hp) salah seorang korban.

“Langsung saja ke mari,” kata polisi melalui Hp.
Masih kata Rahmadi, seminggu terakhir sebelum kecelakaan tidak ada firasat aneh. Korban, katanya, tetap ceria. Bahkan sebelum berangkat, korban memeluk dirinya.
Selain aktif sebagai anggota remaja masjid, Fachrul merupakan mahasiswa UMSU. Sedangkan Arizta kuliah di UINSU.
Fachrul dan Aruzta merupakan anak kedua dan ketiga. Anak sulung Rahmadi berada di luar kota.
“Masih menunggu kepulangan anak sulung saya,” tukasnya.
Selain Rahmadi dan keluarga, duka mendalam juga dirasakan Ila. Perempuan ini merupakan kekasih Fachrul.
Senin pagi, dengan deraian air mata Ila tiba di rumah duka dengan menumpang ojek online. Begitu tiba, ia terduduk lemas di luar rumah. Tak sanggup masuk ke rumah duka untuk melihat jenazah pria yang dikasihinya.
Diceritakan Ila, sudah setahun ini ia dan Fachrul menjalin hubungan asmara. Beberapa waktu lalu, katanya, Fachrul sempat mengajaknya jalan-jalan ke Brastagi. Rencananya, mereka berangkat Sabtu (20/2). Namun ternyata di hari itu Fachrul bersama teman-temannya pergi menghadiri pesta ke Pematangsiantar.
“Dia ngajak pergi jauh, malah dia yang pergi jauh. Aku nggak bisa gini,” kata Ila yang terus menangis.
Menurut Ila, ia mengetahui kejadian kecelakaan yang merenggut nyawa pacarnya dari postingan temannya di media sosial, Senin pagi sekitar pukul 08.00 WIB.
“Lihat story postingan kawan. Trus, aku nanya mas Fahcrul kenapa. Katanya dia kecelakaan tadi malam di Tebingtinggi,” sebut Ila.
Ila menambahkan, Sabtu lalu ia dan Fachrul masih berkomunikasi melalui pesan WhatsApp. Dan setelah mendapat kabar meninggalnya Fachrul, ia masih berusaha mengirim pesan.
“Mana tau orang cuma bercanda,” tukasnya.
Setelah beberapa saat, Ila menguatkan diri masuk ke rumah duka. Ia langsung menangis histeris melihat jenazah Fachrul yang berdampingan dengan jenazah adiknya.


Discussion about this post