Aksi unjuk rasa yang melibatkan beberapa pedagang dan sejumlah aktivis mahasiswa di depan Kantor Walikota Pematangsiantar Senin (9/4) siang sekitar pukul 12.00 WIB diwarnai bentrok.
Bentrok terjadi saat sejumlah massa aksi berusaha memasuki kantor walikota, sementara puluhan Satpol PP telah berbaris rapi menyusun brigade menghalangi massa.
Aksi di depan kantor walikota ini merupakan rentetan dari aksi yang telah digelar demonstran di depan Gedung DPRD Pematangsiantar.
Dalam orasinya massa aksi yang terdiri dari Asosiasi Pedagang Balimpel, GMKI PSS, GMNI Komisariat UHN, Barsdem Comune Siantar, PMKRI Siantar, Saling, BEM FKIP UHN PS, Gampar, dan Institite Nusatiga menyampaikan sejumlah tuntutan Pembangungan Balerong dan penataaan serta Revitalisasi Pasar.
Disampaikan massa aksi, dalam Perda nomor 5 tahun 2014 tentang Perusahaan Daerah Pasar Horas Jaya, keberadaan PD PHJ untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan rakyat.
Ada empat poin yang mereka teriakkan, salah satunya menolak pembangunan yang menindas pedagang balirong, kaki lima dan kios tempel di Pasar Horas.
Pengunjukrasa ditemui Asisten III Baren Alijoyo Purba, pria yang dikenal sebagai sanina Gunawan Purba. (Vay)


Discussion about this post