“Sumpah bang saya tidak pernah menghina umat agama islam.Tidak pernah saya ucapkan lewat medsos, dan justru akun Instagram dan facebook pribadi saya telah dibajak,”ucap Jedi di ruangan unit Tipikor Sat Reskrim Polres Siantar, Rabu (25/4) sekitar Pukul 9.30 WIB.
Jedi Purba (19) warga Jalan Sisingamangraaja, Kelurahan Bane, Kecamatan Siantar Utara, ini sebelumnya diamankan Selasa (24/4) sore atas postingan penghinaan agama di akun facebooknya.
Pria remaja yang diketahui baru tamat SMA ini mengaku jika akun Instagram dan facebook milik pribadinya telah dibajak orang lain.
Jedi mengaku telah lama tidak membuka akun instagram dan facebook milik pribadinya. Hanya saja ia mengaku baru-baru ini banyak orang yang telah membullynya lewat media sosial.
Disamping itu pula, Jedi mengaku selama ini sering mendapat ancaman dikejar-kejar pakai parang oleh orang tak dikenalnya bila keluar dari rumah.Tapi Jedi sama sekali tak mengetahui apa permasalahannya.
Bahkan ia mengaku sama sekali tidak mengetahui apa permasalahannya. Persisnya Senin (23/4) kemarin, Jedi mengaku mencoba membuka akun Instagram dan facebook milik pribadinya.
“Disitu aku baru tahu bang ada tulisan menghina umat agama islam yang diposting lewat akun pribadi saya,”tukasnya lagi.
Sejak ada tulisan menghina umat agama islam yang diposting lewat Instagram dan facebook akun pribadinya, ancaman dan makian terus datang bertubi-tubi dari orang tak dikenalnya.
Bahkan pacarnya Michel yang beragama islam, turut kena imbas dan makian yang disampaikan lewat akun facebook pribadinya.
“Saya tadi malam telah ketemu dengan ketua FPI Siantar, dan telah meminta maaf.Tapi saya tidak pernah menghina umat agama islam lewat medsos.Sumpah tidak pernah saya menghina, dan akun saya dibajak sama orang lain.”tegas Jedi Purba sambil menangis.
Sementara penyidik Bripka Darwin Saragih menambahkan, sejak tadi malam Jedi Purba mereka amankan, belum ada pihak yang merasa dirugikan membuat laporan pengaduan.
Disamping itu pula, mereka ada menyita barang bukti satu buah hardisk komputer dari salah satu warnet di Jalan Kartini, guna menyelidiki kasus ujaran kebencian tersebut.
“Belum ada yang membuat laporan pengaduan terkait kasus ujaran kebencian tersebut.Cuma tadi malam Jedi yang diamankan telah meminta maaf kepada ketua FPI.Ini masih diselidiki kebenaran ucapan penghinaan itu.”sambungnya.
Kasat Reskrim AKP Hasoloan Sinambela mengatakan, belum dilakukan penahanan terhadap Jedi Purba yang diamankan, pihaknya masih menyelidiki.
Mereka sedikit kewalahan karena postingan menghina umat agama islam lewat Instagram dan facebook, telah sempat dihapus.
“Belum ada yang membuat pengaduan makanya Jedi Purba belum kita tahan.Lagian postingan pun sudah dihapus, makanya kita koordinasi sama pusat agar postingan di Instagram dan facebook bisa dibuka lagi.”jelas AKP H Sinambela.(Ridho)


Discussion about this post