Ratusan massa aksi yang tergabung aliansi pedagang Balimpel dan mahasiswa Kamis (03/5)sekitar pukul 11.30 WIB kembali mendatangi Kantor Walikota Pematangsiantar . Massa aksi menolak pembangunan yang dinilai merugikan para pedagang.
“Tolak pembangunan yang menindas pedagang balerong, kaki lima dan kios tempel di Pasar Horas, stop pembodohan terhadap pedagang, tolak upaya-upaya intimidasi terhadap pedagang, tolak perampasan ruang hidup pedagang,” teriak para pedagang yang dipimpin Koordinator Lapangan David Marpaung.
Pantauan wartawan dilokasi kordinator aksi David Marpaung meminta kepada satpol PP menghadirkan Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah di hadapan para para pedagang. Namun Satpol PP tidak menggubris permintaan massa .
Dalam aksi tersebut, sempat terjadi baku hantam antara satpol PP dengan para pedagang di halaman Kantor Walikota Pematangsiantar.
Salah seorang petugas Satpol PP dituding memukul seorang wanita dari kelompok aksi saat pengunjuk rasa memaksa masuk lewat pintu utama gedung balaikota.
Puluhan pedagang kesal karena aspirasi mereka tidak kunjung ditanggapi
“kita maju dua langkah kawan kawan” teriak orator kepada pengunjuk rasa yang didiminasi para ibu-ibu.
Mendengar itu masa Balimbel pun bersikeras maju dan akhirnya terjadi aksi dorong-dorongan antara petugas satpol PP.
“Ada salah satu pengunjuk rasa, terkena pukulan di bagian mulut akibat aksi dorong dorongan, ibu itu memang terkena pukulan tadi bang,” ucap RM.

Massa Aksi menyampaikan bahwa Pasal 27 ayat (2) UUD 1945 menyatakan tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan, dalam Pasal 11 UU No.39/1999 tentang HAM disebutkan setiap orang berhak atas pemenuhan kebutuhan dasarnya untuk tumbuh dan berkembang secara layak.
Kemudian, dalam Pasal 4 Perda No.5/2014 tentang PDPHJ tentang maksud dan tujuan dibentuknya PDPHJ yakni untuk menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan kesejahteraan rakyat, tapi kenyataannya kebijakan yang dilakukan PDPHJ sangat bertentangan dengan ketiga aspek itu.
Sampai saat ini Walikota Pematang Siantar belum juga menemui massa aliansi pedagang Balimpel dan mahasiswa. Massa belum mau membubarkan diri meski staf ahli walikota Khaidir Sitompul dan Andi Noah Saragih datang menemui pengunjuk rasa.Pengunjuk rasa kekeuh meminta kehadiran walikota. (Ridho)




Discussion about this post