Dini hari menjelang Subuh, atau sekitar pukul 04.30 WIB, Jumian sudah bangun dari tidurnya. Namun, alangkah kagetnya ia justru menemukan istrinya, Ernawati Damanik (54) tewas tergantung di pekarangan rumah mertuanya, Kastinem.
Peristiwa menyedihkan itu terjadi di Huta Dolok Hataran Nagori Dolok Hataran Kecamatan Dolok Batu Nanggar Kabupaten Simalungun, Sabtu (2/9). Jumian langsung melaporkan kejadian yang menimpa istrinya ke Rony Simamora, personel Polri yang bertugas di Asrama Polsek Serbalawan.
Kapolsek Serbalawan AKP Abdullah Yunus Siregar menerangkan, sesuai pengakuan Jumian, dini hari itu ia bangun tidur. Namun pria itu tidak menemukan istrinya di sampingnya. Segera ia mencari keberadaan istrinya. Ternyata istrinya itu sudah tergantung di pohon nangka di pekarangan belakang rumah milik Kastinem.
Setelah menerima laporan, petugas Polsek Serbalawan dipimpin Yunus Siregar langsung mendatangi lokasi kejadian. Polisi menemukan Ernawati dalam keadaan sudah meninggal dunia. Selanjutnya polisi dibantu warga menurunkan tubuh korban.
Pemeriksaan awal yang dilakukan petugas bersama tenaga kesehatan dari Puskesmas Serbalawan, Damaris Siahaan, tidak menemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh Ernawati. Namun, di leher korban ditemukan bekas jeratan tali atau kain.
Sedangkan barang bukti yang diamankan di antaranya sehelai kain gendong, kain selendang, potongan daster, sepasang sandal, dan kursi plastik. Semua barang bukti ini akan digunakan dalam penyelidikan lebih lanjut.
Diduga kuat, Ernawati nekat gantung diri karena depresi akibat sakit menahun yang dideritanya.
Berdasarkan keterangan saksi dan warga setempat, Ernawati Damanik selama ini menderita penyakit komplikasi, yaitu penyakit darah tinggi dan batu empedu, sudah 10 tahun, terang Yunus Siregar. (*)

