Suasana liburan yang seharusnya dinikmati dengan penuh suka cita oleh para wisatawan di perairan Danau Toba, malah berakhir memilukan.
Di tengah hiruk pikuk suasana Lebaran, dunia dikejutkan dengan kabar tenggelamnya kapal motor (KM) yang mengangkut puluhan penumpang di kawasan perairan Tigaras, Senin (18/6).
KM Sinar Bangun, tenggelam di Danau Toba saat menyeberang dari Pelabuhan Simanindo Kabupaten Samosir menuju Pelabuhan Tigaras, Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun pada sekitar pukul 18.00 WIB.
Informasi yang diterima awak media, Hingga saat ini Belum diketahui penyebab tenggelam kapal tersebut, namun beredar isu jika kapal tenggelam akibat tali kemudi putus di tengah danau.
Data sementara dari pihak pelabuhan, kapal tersebut bermuatan sekitar 80 orang penumpang dan 20 unit sepedamotor. Sementara korban yang selamat, langsung dibawa menuju Puskesmas Sipintu Angin. Hingga kini, pencarian terhadap puluhan korban lainnya yang diduga tenggelam masih terus dilakukan.
Banyak yang tak menyangka peristiwa memilukan itu terjadi dan menimpa anggota keluarga mereka. Salah satunya, seperti yang dialami seorang ibu berinisial P, warga Jalan Medan, Gang Air Bersih, Kelurahan Naga Pitu, Kecamatan Siantar Martoba, Kota Pematangsiantar.
Pagi tadi, Selasa (19/5) sekitar pukul 07.00 Wib, rumahnya kedatangan tiga orang remaja yang mengaku teman dari anaknya, Yugo.
Kedatangan mereka bukan untuk bersilaturahmi seperti biasanya saat lebaran tiba. Mereka membawa kabar duka bahwa Yugo termasuk salah satu penumpang KM Sinar Bangun.
Sontak saja, P kaget dan langsung mengabari keluarga lainnya untuk mencari keberadaan Yugo dan mencari informasi di lokasi perairan Tigaras.
Mendengar itu, warga lain pun kaget tak percaya dan langsung mendatangi kediaman P. Di sana, P mengatakan tak memiliki firasat aneh. Hanya saja, Senin (18/6) dini hari ia mengaku mendengar suara anaknya, Yugo, memanggilnya dari depan pintu sebanyak tiga kali.
“Mak, mak, mak,” ujar P kepada warga menirukan suara yang didengarnya.
Karena tak memiliki firasat apapun dan masih dalam keadaan sadar, P kemudian membuka pintu dan saat itu ia tak melihat siapapun di depan rumahnya. Tak berfikir macam-macam, P pun langsung menutup pintu dan kembali tidur.
Paginya, ia mendapat kabar mengejutkan dari para remaja yang mengaku sahabat dari anaknya tersebut. Hingga kini P masih belum dapat dimintai keterangan lebih lanjut lantaran mengaku masih syok. Hingga kini belum ada kabar tentang anaknya, Yugo. Namun pantauan Newscorner.id di lokasi kejadian, pencarian terhadap para korban masih terus dilakukan oleh pihak setempat. (zainal)




Discussion about this post