Agnes, wanita kelahiran Medan, 5 Mei 1995 ini dikenal tomboy dan lincah di tengah keluarga dan kerabatnya. Wanita 23 Tahun ini pun baru setahun lalu menamatkan kuliahnya di Universitas Diponegoro.
Usai sempat bekerja di Unit Laboratorium Eco Green, anak kedua dari 3 bersaudara ini memutuskan bekerja sebagai CPNC di Polhut Palu Provinsi Sulawesi Tengah.

Namun nasib berkata lain. Bencana gempa dan tsunami menghantam Poso dan Palu. Nenes yang menginap di Hotel Roa-roa, Palu, Sulawesi Tengah, pun terjebak. Jenazahnya baru bisa ditemukan lima hari kemudian atau pada Rabu (3/10/2018) lalu.
Sementara Paman korban, Kristianto Sitorus mengatakan kalau Nenes berkerja sebagai CPNC Polhut Sulteng sejak Januari 2018 lalu. ”Kami mendapat kabar hilang pasca gempa terjadi,” kata Kristianto.
Kristianto juga menyebut kalau Nenes adalah gadis yang tomboy dan lincah hingga mudah bergaul kepada siapa pun. “Kini gadis tomboy dan lincah itu telah tiada,” katanya sembari menitikkan air mata.

Rencananya korban akan di makamkan pada Jumat (5/10/2018) besok di Pekuburan Kristen Simpang Melati Medan.
Amatan wartawan di rumah duka banyak terpajang papan bunga ucapan bela sungkawa baik dari keluarga dan kerabat korban. Seperti salah satunya karangan bunga dari alumni SMP Santo Thomas 4 Medan.
Sebelumnya jenazah korban diterbangkan dari Palu dengan Pesawat Batik Air ID 6886 dan tiba di Bandara Kualanamu pada Kamis siang.(***)


Discussion about this post