Bahkan dia masih mendengar korban merintih sambil meminta tolong. “Saya tidak berniat membunuh, hanya ingin membuangnya saja. Saat saya tinggal dia masih meminta tolong. Saya tidak lihat lagi bagaimana kondisinya, karena saat itu gelap,” ingatnya.
Mabeos juga membenarkan, kalau dia sendiri yang mengantarkan korban ke lokasi, tempat ditemukannya sudah menjadi mayat, dengan menggunakan gerobak motor.
Sementara lima orang temannya, Moral Hasudungan Hutapea, Harianto Sibarani, Roni Tampubolon, Darwin Sinambela dan Hendro Simanjuntak, hanya ikut menganiaya serta mengikat maupun memasukkan korban ke dalam gerobak motor.
“Awalnya ada dua teman saya mengikuti sampai ke Dam Sei Ladi. Mereka mengendarai satu sepeda motor. Tetapi sampai di Sekupang, saya tidak melihat mereka lagi. Jadi saya sendiri yang membuangnya,” jelas pelaku.
Kini, dia harus mendekam di balik jeruji tahanan Mapolresta Barelang, bersama lima temannya. Ia juga mengaku menyesali perbuatannya.


Discussion about this post