Sekretariat Bersama (Sekber) Gerakan Oikumenis untuk Keadilan Ekologis Sumatera Utara bersama elemen mahasiswa dan masyarakat menggelar aksi damai di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan P. Diponegoro No.30, Medan Polonia.
Ribuan peserta dari Simalungun, Dairi, Toba, Tapanuli Utara, Tapanuli Selatan, serta komunitas Horas Bangso Batak hadir membawa spanduk, gondang Batak, janur kuning, mobil komando, dan bus. Mereka menuntut penutupan PT. TPL yang dinilai merusak lingkungan.
Aksi dipimpin Pastor Walden Sitanggang, Pdt. JP. Robinsar Siregar, dan Rokky Pasaribu, serta dihadiri tokoh masyarakat dan mahasiswa dari berbagai organisasi seperti HKBP, HKI, Gereja Katolik Sinaksak, GMKI, GMNI, PMKRI, HMI UNIMED, AMPK, APARA, dan Kontras. Orasi disampaikan secara bergantian oleh Rokky Pasaribu, Romanti Pasaribu (korban kekerasan TPL), Ayub Pohan Simanjuntak, dan Agus Halawa, SH. Doa lintas agama dibuka oleh Pastor Walden Sitanggang untuk Katolik dan Ustad Martono untuk Islam, sebagai simbol solidaritas lintas iman.
Kapolrestabes Medan Pimpin Pengamana
Pengamanan dipimpin langsung oleh Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., dengan 1.071 personel gabungan TNI-Polri, lengkap dengan kendaraan taktis seperti AWC, Raisa, Tambora, dan KLX.
Kombes Calvijn menegaskan peran Polri sebagai pengayom dan penjaga ketertiban, bukan untuk membatasi aspirasi. Pendekatan humanis menjadi prioritas, termasuk membantu peserta yang kelelahan dan menenangkan peserta perempuan. Meski sempat terjadi pelemparan nasi bungkus dan botol air mineral oleh oknum tak dikenal, pengamanan tetap tertib dan tidak terprovokasi.
Dialog dan Penandatanganan Kesepakatan
Wakil Gubernur Sumatera Utara, Surya, B.Sc., menemui massa dan mengapresiasi aksi damai. Pj. Sekdaprov Sumut, Sulaiman Harahap, SH., M.SP., CGCAE, menandatangani surat kesepakatan hasil dialog, termasuk rencana kunjungan ke Sihaporas, lokasi yang menjadi perhatian utama.
Peserta aksi membubarkan diri secara tertib sekitar pukul 17.00 WIB. Arus lalu lintas kembali normal, dan situasi keamanan tetap aman dan kondusif. Kapolrestabes Medan mengawal rombongan hingga Gerbang Tol Amplas untuk memastikan keselamatan peserta.
Kesimpulan
Aksi damai “Tutup TPL” menjadi contoh penyampaian aspirasi publik yang tertib, dengan masyarakat dan aparat saling menghormati peran masing-masing. Polri hadir dengan pendekatan humanis, menjaga keamanan tanpa menghalangi kebebasan berpendapat warga.

