Langkah seorang pria di kawasan Pajak MMTC, Selasa sore (6/1/2026), mendadak terhenti ketika tim opsnal Polsek Medan Tembung mendekat perlahan. Di antara riuh suara pedagang dan aroma pasar yang berbaur dengan debu jalanan, Rizaldi Harahap, 42 tahun, tak menyangka sore itu menjadi akhir dari pelariannya. Polisi menangkapnya tanpa perlawanan, di tempat yang begitu ramai namun tak cukup untuk menyembunyikan jejak kejahatannya.
Pencurian yang menyeret namanya terjadi dua pekan sebelumnya. Rabu pagi (24/12/2025) di Jalan Enggang Raya No 10 BB, Perumnas Mandala, suasana masih tenang ketika Rotua Sianturi keluar rumah dan mendapati halaman yang tiba-tiba terasa kosong. Sepeda motor Honda Beat BK 6165 ALJ miliknya hilang tanpa jejak. Bersamaan dengan itu lenyap pula STNK, KTP, SIM C, BPJS, kartu Jamsostek, dan beberapa ATM. Nilai kerugian ditaksir mencapai Rp18,5 juta. Pagi yang awalnya biasa berubah menjadi laporan polisi.
Laporan itu menjadi dasar tim opsnal Polsek Medan Tembung bergerak cepat. Dipimpin Kapolsek Kompol Ras Maju Tarigan SH MH dan Kanit Reskrim Iptu Parulian Sitanggang SH, rangkaian penyelidikan digelar. Informasi dari lapangan kemudian mengarah pada keberadaan Rizaldi di kawasan Komplek MMTC Medan Estate. Ketika sosok yang dicari terlihat berjalan santai di dekat Pajak MMTC, tim tahu bahwa pencarian mereka mendekati akhir.
Di ruang interogasi Polsek Medan Tembung, cerita itu pelan-pelan terurai. Rizaldi tidak bekerja sendirian. Ia menyebut dua rekannya: Danil, 35 tahun, dan Bonga, 30 tahun, keduanya warga Jalan Pinguin Perumnas Mandala. Mereka memantau rumah kosong, memastikan situasi aman, lalu masuk dan membawa kabur motor milik korban. Setelah motor berpindah tangan ke seorang penadah di Jermal 15, Rizaldi menerima bagian Rp1,2 juta. Uang itu ia gunakan untuk membeli pakaian dan sebuah hoodie putih, yang kini menjadi barang bukti.
Kapolsek Medan Tembung, Kompol Ras Maju Tarigan SH MH, menegaskan komitmen pihaknya mengusut tuntas kasus tersebut.
“Penangkapan pelaku ini merupakan hasil respon cepat terhadap laporan masyarakat. Dari pemeriksaan, pelaku mengakui perbuatannya dan beraksi bersama dua rekannya yang saat ini masih dalam pengejaran. Kami akan terus memburu para pelaku lainnya serta menelusuri keberadaan penadahnya,” ujarnya.
Rizaldi kini ditahan untuk proses penyidikan, sementara dua rekannya masih diburu. Di saat penyidik melengkapi berkas perkara, satu hal kembali ditegaskan: setiap laporan masyarakat adalah langkah awal menuju pengungkapan kejahatan yang lebih besar.

