Langkah besar ditempuh Wesly Silalahi dalam mewujudkan Pematangsiantar sebagai kota pendidikan unggulan. Wesly bersama Sekretaris Daerah Junaedi Antonius Sitanggang menggelar pertemuan strategis dengan UNICEF dan Tanoto Foundation di ruang kerja wali kota, Rabu (04/03/2026).
Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pendidikan melalui kolaborasi global dan dukungan program berbasis data.
Dalam kesempatan tersebut, Wesly memaparkan sejumlah program unggulan yang tengah dijalankan Pemko Pematangsiantar melalui Dinas Pendidikan, salah satunya program bimbingan belajar tambahan bagi siswa SD dan SMP.
“Program ini sudah berjalan di beberapa sekolah dengan dukungan dana CSR Bank Sumut Cabang Pematangsiantar, bekerja sama dengan Forum TJLSP,” jelasnya.
Saat ini, program tersebut diikuti 15 siswa dengan fokus pada mata pelajaran Matematika, Bahasa Inggris, IPA, dan Bahasa Indonesia sebagai upaya meningkatkan kompetensi dasar siswa.
Tak hanya itu, Wesly juga menegaskan target besarnya untuk mengembalikan kejayaan Pematangsiantar sebagai kota pendidikan yang diminati masyarakat, tidak hanya dari dalam daerah, tetapi juga dari luar.
“Kita ingin Siantar kembali dikenal sebagai kota pendidikan. Jangan hanya menjadi kota persinggahan, tapi menjadi tujuan utama bagi masyarakat untuk menempuh pendidikan,” tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Pemko Pematangsiantar tengah mengembangkan program sekolah bilingual di tingkat SD serta mendorong lahirnya sekolah unggulan.
Wesly juga mengusulkan integrasi program pendidikan lokal dengan Program FAASTER yang diinisiasi UNICEF dan Tanoto Foundation, khususnya dalam penguatan literasi dan numerasi berbasis teknologi.
“Pemko siap menyiapkan infrastruktur digital dan berharap ada dukungan materi pembelajaran. Program ini sangat selaras dengan visi peningkatan kualitas pendidikan di Siantar,” ujarnya.
Sementara itu, perwakilan UNICEF, Yuanita Marini Nagel, menjelaskan bahwa Program FAASTER bertujuan meningkatkan kemampuan dasar literasi dan numerasi siswa kelas awal melalui pendekatan berbasis data.
Program ini akan berlangsung dari Oktober 2025 hingga Desember 2029 dan mencakup sekitar 500 sekolah di berbagai wilayah Indonesia, termasuk Kota Pematangsiantar.
“Program ini fokus pada sekolah dengan capaian rapor pendidikan kategori merah dan kuning, agar terjadi peningkatan signifikan,” jelasnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa peluncuran resmi program akan digelar pada 9 April 2026 di Jakarta, sekaligus mengundang kehadiran Wali Kota Wesly Silalahi.
Kolaborasi ini menjadi sinyal kuat bahwa di bawah kepemimpinan Wesly, sektor pendidikan menjadi prioritas utama. Dengan menggandeng lembaga internasional, Pematangsiantar diproyeksikan kembali bersinar sebagai kota pendidikan unggulan di Sumatera Utara bahkan tingkat nasional. (*)

