Berita Siantar News Corner
No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL
No Result
View All Result
Berita Siantar News Corner
  • SMSI
  • google news
  • danautoba.co.id
  • BERITA SIANTAR
  • SIMALUNGUN
  • SUMUT
  • NASIONAL
  • BERITA PERISTIWA
Konsep Otomatis Konsep Otomatis
Iklan
Beranda NEWS
Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Disemprot: “Ini Bukan Birokrasi, Ini Konflik Kepentingan Terbuka!”

Rangkap Jabatan Sulaiman Harahap Disemprot: “Ini Bukan Birokrasi, Ini Konflik Kepentingan Terbuka!”

Editor: NEWSCORNER.ID
30 Maret 2026 | 16:30 WIB
in NEWS, Sumut
0
Iklan
12
SHARES
15
VIEWS

Pengamat politik dan pemerintahan, Rafriandi Nasution, melontarkan kritik keras terhadap rangkap jabatan yang dipegang Sulaiman Harahap sebagai Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah sekaligus Kepala Inspektorat Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Ia menilai kondisi tersebut sebagai cermin buruknya tata kelola birokrasi yang sarat konflik kepentingan.

Menurut Rafriandi, meski jabatan Kepala Inspektorat merupakan posisi definitif Sulaiman dan Pj Sekda hanya bersifat sementara, praktik rangkap jabatan yang terus diperpanjang justru menunjukkan kegagalan dalam pengambilan keputusan strategis di level pimpinan daerah.

“Kalau mau dilepas, itu harus perintah gubernur. Bukan keputusan pribadi,” ujar Rafriandi saat memberikan keterangannya, Senin (30/3/2026).

Namun ia menegaskan, fakta bahwa situasi ini terus dibiarkan berlarut-larut tetap menyeret nama Sulaiman dalam pusaran persoalan serius birokrasi.

Rafriandi menilai posisi yang dipegang Sulaiman saat ini tidak hanya janggal, tetapi juga berbahaya bagi prinsip akuntabilitas pemerintahan. Ia menyebut rangkap jabatan tersebut sebagai praktik yang “tidak sehat” dan sarat konflik kepentingan.

“Ini posisi yang sangat problematik. Dia mengawasi sekaligus menjalankan. Kalau ada kesalahan administrasi, dia juga yang harus memeriksa. Ini jelas menimbulkan konflik kepentingan secara struktural,” tegasnya.

Menurutnya, kondisi ini memperlihatkan bagaimana seorang pejabat bisa berada dalam situasi absurd: menjalankan kebijakan sekaligus berpotensi menjadi pihak yang mengaudit kesalahan dari kebijakan tersebut.

“Artinya apa? Dia berpotensi ‘mengadili’ dirinya sendiri. Ini bukan hanya aneh, tapi berbahaya bagi sistem,” sambungnya.

Rafriandi juga menyoroti bahwa posisi rangkap jabatan ini justru menempatkan Sulaiman dalam tekanan besar, baik secara kelembagaan maupun personal. Setiap keputusan yang diambil berpotensi menjadi bumerang.

“Risikonya bukan hanya kelembagaan, tapi juga personal. Dia harus ekstra hati-hati karena bisa ‘menjerat’ dirinya sendiri,” katanya.

Meski demikian, ia mempertanyakan mengapa kondisi seperti ini tetap dipertahankan tanpa ada langkah korektif yang jelas.

“Kalau memang ini posisi yang penuh risiko dan konflik, kenapa dibiarkan terus? Ini yang jadi tanda tanya besar,” ujarnya tajam.

Lebih jauh, Rafriandi mengkritik keras praktik perpanjangan jabatan Pj Sekda yang dinilai seperti tanpa batas. Ia menyebut fenomena ini sebagai bentuk ketidakseriusan dalam membangun birokrasi yang profesional.

“Ini seperti ‘plt abadi’. Diperpanjang terus tanpa kejelasan. Ini tidak sehat untuk organisasi,” katanya.

Ia mendesak agar pemerintah provinsi segera mengakhiri polemik tersebut dengan menunjuk Sekretaris Daerah definitif, bukan terus mempertahankan status sementara yang rawan penyimpangan.

“Ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Gubernur harus segera mengusulkan nama ke Kemendagri untuk ditetapkan sebagai Sekda definitif,” tegasnya.

Rafriandi juga mengaitkan polemik ini dengan kondisi birokrasi di Sumatera Utara yang dinilainya semakin kehilangan arah. Ia menyebut banyak pejabat kini hanya bermain aman dan enggan mengambil inisiatif.

“Pejabat sekarang lebih banyak bermain aman. Mereka hanya menjalankan apa yang diperintahkan, bukan berinovasi,” katanya.

Ia bahkan menyinggung fenomena “quiet quitting” di kalangan birokrasi, di mana pejabat lebih memilih posisi minim risiko ketimbang jabatan strategis yang sarat tanggung jawab.

“Banyak yang tidak mau ambil risiko. Lebih memilih jabatan fungsional karena tekanan tinggi dan perlindungan dari pimpinan dirasa kurang,” ujarnya.

Tak hanya itu, ia juga menilai adanya kecenderungan penarikan proyek ke internal pemerintahan, yang berdampak pada semakin sempitnya ruang bagi sektor swasta.

“Pekerjaan lebih banyak ditarik ke internal. Ini membuat peran swasta semakin terbatas,” katanya.

Di akhir pernyataannya, Rafriandi menegaskan bahwa polemik ini tidak bisa terus ditoleransi karena berpotensi merusak sistem pemerintahan secara keseluruhan.

“Kalau ini terus dibiarkan, yang dirugikan bukan hanya individu, tapi sistem pemerintahan itu sendiri,” tegasnya.

Ia menekankan bahwa keberanian mengambil keputusan untuk mengakhiri rangkap jabatan dan menetapkan Sekda definitif menjadi ujian nyata bagi kepemimpinan di Sumatera Utara.

“Harus ada langkah tegas. Jangan biarkan satu orang memegang dua peran yang saling bertabrakan. Itu bukan solusi, itu masalah,” pungkasnya.

Berita Terbaru

NEWS

Polda Riau Gagalkan Penyeludupan 35 Kg Sabu Jaringan Internasional 

27 Oktober 2026 | 15:22 WIB
NEWS

Polsek Gunung Malela Amankan Jonggi Gultom, 114 Paket Diduga Ganja Disita di Sitalasari

27 Oktober 2026 | 14:20 WIB
NEWS

Kapolda Sumut Ajak Al-Washliyah Bersinergi Cegah Narkoba dan Intoleransi

26 Oktober 2026 | 21:47 WIB
NEWS

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi dan Informasi Pembangunan

26 Oktober 2026 | 20:10 WIB
NEWS

Jon Heri Soroti Pemecatan Firdaus, Pertanyakan Independensi PWI dan Dorong Evaluasi Kepemimpinan Organisasi

26 Oktober 2026 | 09:41 WIB
NEWS

Polda Sumut Tangkap 2 Terduga Pelaku Pembunuhan Driver Online, Mobil Korban Ditemukan

25 Oktober 2026 | 18:16 WIB
NEWS

Kisah Salman Perjuangkan Kesetaraan Gender Lewat UN Women dan Inisiasi Proyek Boneka Kita 

25 Oktober 2026 | 17:53 WIB
NEWS

Sambut Sumpah Pemuda ke-98, KNPI Pematangsiantar Gelar Fun Run dan CFD

25 Oktober 2026 | 17:36 WIB
Sumut

Pelindo Regional 1 Perkuat Sinergi dengan Aparat Penegak Hukum, Dukung Pemberantasan Narkotika

25 Oktober 2026 | 02:47 WIB
Opini

Merawat Ideologi, Menata Regenerasi: Kader Bertumbuh, Ikatan Berdaya

25 Oktober 2026 | 02:29 WIB
MEDAN CORNER

Polda Sumut dan Polrestabes Medan Tebar 1.997 Bibit Ikan Gurami, Dukung Ketahanan Pangan di Jermal

24 Oktober 2026 | 12:05 WIB
MEDAN CORNER

Subuh Berjamaah di Jermal XV, Wakapolda Sumut Apresiasi Kapolrestabes Medan dan Ajak Warga Tolak Narkoba

24 Oktober 2026 | 09:46 WIB
  • Disclaimer
  • Privacy Policy
  • Redaksi

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport

No Result
View All Result
  • NEWS
    • Nasional
    • Peristiwa
    • Regional
      • Siantar
      • Simalungun
      • Sumut
  • RAGAM
    • BISNIS
    • HUKUM
    • KABAR MILITER
    • LIFESTYLE
    • POLITIK
  • SEREMONI
  • sosial
  • Suara Rakyat
  • Tokoh
  • VIRAL

© 2026 Newscorner.id

rotasi barak news berita hari ini sumatera utara sport