Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn yang diwakili Kepala Dinas Pariwisata sekaligus Ketua LPTQ Kota Pematangsiantar, Hamzah Fanshuri Damanik SSTP MSi, secara resmi membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-58 Tingkat Kecamatan Siantar Timur. Pembukaan ditandai dengan pemukulan beduk di halaman Kantor Camat Siantar Timur, Jalan Siatas Barita, Kelurahan Tomuan, Rabu (15/04/2026) pagi.
Kegiatan diawali dengan pawai meriah yang dilepas dari depan Monumen Raja Sang Naualuh Damanik. Ratusan peserta dari kalangan siswa SD dan SMP, perangkat kecamatan, tokoh agama, hingga organisasi masyarakat turut ambil bagian, diiringi alunan marching band yang menyemarakkan suasana.
Dalam sambutannya, Hamzah menyampaikan kehadirannya selain mewakili Wali Kota Wesly, juga sebagai Ketua LPTQ Kota Pematangsiantar. Ia menegaskan, MTQN merupakan sarana penting dalam menumbuhkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, memperkuat keimanan dan ketakwaan, serta membentuk generasi berakhlak mulia.
“MTQN bukan sekadar perlombaan, tetapi wadah pembinaan karakter dan spiritual generasi muda agar nilai-nilai Al-Qur’an semakin membumi dalam kehidupan masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi seluruh panitia dan pihak yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Kepada para peserta, Hamzah berpesan agar mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, menjunjung tinggi sportivitas, serta menjadikannya sebagai ajang pengembangan diri.
Tak hanya itu, Hamzah menyampaikan harapan besar agar Kecamatan Siantar Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di tingkat kota. Mengingat selama tiga tahun berturut-turut berhasil meraih juara umum, ia optimistis tradisi tersebut dapat dipertahankan.
“Tidak berlebihan jika kita berharap tahun ini piala bergilir tetap berada di tangan Siantar Timur,” tegasnya.
Sebelumnya, Camat Siantar Timur Masa Rahmat Zebua SE MSi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan MTQN. Ia menegaskan, kegiatan ini bukan hanya ajang kompetisi, tetapi juga sarana memperkuat pemahaman dan pengamalan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Ia juga mengingatkan para dewan hakim dan juri untuk bekerja secara profesional, guna melahirkan peserta terbaik yang mampu mewakili Kecamatan Siantar Timur di tingkat kota.
“Prestasi juara umum tiga kali berturut-turut adalah hasil kolaborasi kita bersama. Semoga dapat kita pertahankan,” ujarnya.
Pembukaan MTQN turut dimeriahkan penampilan lagu-lagu Islami dari BKMT dan Majelis Taklim Silaturahim Kecamatan Siantar Timur. Prosesi pemukulan beduk dilakukan secara bergantian oleh Hamzah Fanshuri Damanik, Camat Siantar Timur, serta unsur Forkopimca setempat.
Kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan qori dan qoriah terbaik sekaligus memperkuat nilai religius di tengah masyarakat Kota Pematangsiantar.



