Persoalan perjudian dan peredaran narkoba kembali menjadi sorotan. Demisioner Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Pematangsiantar-Simalungun periode 2024–2025, Robert Hidayat Pardosi, secara terbuka menantang Kapolres Simalungun untuk menunjukkan komitmen nyata dalam memberantas dua persoalan tersebut di wilayah hukumnya.
Robert menegaskan, pemberantasan judi dan narkoba tidak cukup hanya melalui pernyataan, operasi sesaat maupun kegiatan seremonial. Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah penegakan hukum yang nyata, konsisten dan menyentuh seluruh pihak yang terbukti terlibat.
“Kapolres Simalungun harus mampu menunjukkan komitmen yang jelas dan terukur dalam memberantas perjudian dan narkoba. Jangan hanya berhenti pada pernyataan atau seremonial, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan nyata di lapangan,” ujar Robert, Senin (14/9/2026).
Ia menilai perjudian dan narkoba merupakan persoalan serius karena dampaknya tidak hanya menyentuh keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga mengancam masa depan generasi muda.
Karena itu, Robert meminta jajaran Polres Simalungun meningkatkan pengawasan di sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi praktik perjudian maupun peredaran narkoba. Ia juga mendorong agar setiap informasi dari masyarakat dapat ditindaklanjuti secara profesional, transparan dan sesuai hukum.
“Kalau memang serius memberantas judi dan narkoba, jangan takut menindak siapapun yang terbukti terlibat. Hukum harus berlaku sama kepada siapa pun, tanpa pandang bulu,” tegasnya.
Robert mengatakan masyarakat harus diberikan ruang yang luas untuk menyampaikan laporan maupun informasi terkait dugaan tindak pidana tersebut. Menurutnya, keberanian masyarakat melapor harus dibarengi dengan kepastian bahwa laporan mereka ditangani secara serius.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, Robert menegaskan HMI memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal persoalan sosial dan penegakan hukum di daerah.
Ia juga meminta Kapolres Simalungun tidak alergi terhadap kritik. Menurutnya, kritik dan kontrol publik merupakan bagian penting dalam menjaga profesionalitas institusi kepolisian sekaligus memastikan keamanan masyarakat benar-benar menjadi prioritas.
“Ini bukan persoalan mencari kesalahan aparat. Ini bentuk kontrol sosial. Kami ingin melihat wilayah hukum Simalungun benar-benar bersih dari perjudian dan narkoba. Karena itu, kami menantang Kapolres Simalungun untuk membuktikan komitmennya kepada masyarakat,” pungkas Robert.
Robert berharap pemberantasan judi dan narkoba tidak berhenti sebagai agenda sesaat, melainkan menjadi langkah berkelanjutan melalui penindakan, pencegahan serta edukasi kepada masyarakat.



