Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pematangsiantar menjadi salah satu unsur penting dalam momentum pembinaan olahraga pelajar melalui Kejuaraan Sepak Bola Antar Pelajar SMA/Sederajat Piala Wali Kota Pematangsiantar Tahun 2026. Kompetisi yang diikuti 16 tim tersebut resmi berakhir pada Selasa (13/10/2026) sore, dengan SMA Negeri 2 Pematangsiantar keluar sebagai juara setelah menaklukkan SMA Negeri 5 dengan skor telak 3-0.
Partai final yang berlangsung di Lapangan Farel Pasaribu, Jalan Farel Pasaribu, Kelurahan Suka Makmur, Kecamatan Siantar Marihat, menyuguhkan pertandingan penuh semangat. Hampir seribu penonton menyaksikan duel dua tim yang sama-sama berambisi mengangkat trofi bergengsi tersebut.
Sejak peluit babak pertama dibunyikan, SMAN 2 tampil agresif dengan membangun serangan dan melancarkan umpan-umpan terobosan. Permainan efektif itu membuahkan dua gol hingga turun minum, membuat SMAN 5 harus bekerja keras mengejar ketertinggalan.
Memasuki babak kedua, persaingan semakin ketat. SMAN 5 berusaha memperkecil selisih gol, tetapi SMAN 2 justru kembali menambah keunggulan. Skor 3-0 bertahan hingga pertandingan berakhir sekaligus memastikan SMAN 2 menjadi kampiun Piala Wali Kota Pematangsiantar 2026.
Kemenangan tersebut menempatkan SMAN 2 di posisi tertinggi, disusul SMAN 5 sebagai juara kedua, SMAN 1 sebagai juara ketiga, dan SMAN 4 di posisi keempat
KONI dan Pemerintah Daerah Dukung Pembinaan Atlet Muda
Penutupan kejuaraan dihadiri Sekretaris Daerah Kota Pematangsiantar Junaedi Antonius Sitanggang, S.STP., M.Si., yang mewakili Wali Kota Wesly Silalahi, S.H., M.Kn. Hadir pula Ketua DPRD Kota Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga, S.H., perwakilan unsur Forkopimda, serta Ketua KONI Kota Pematangsiantar Riau Alexander Siahaan.
Kehadiran KONI Pematangsiantar dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari perhatian terhadap perkembangan olahraga daerah, khususnya sepak bola di kalangan pelajar. Kompetisi antarsekolah seperti ini diharapkan dapat membuka ruang bagi munculnya talenta-talenta muda yang berpotensi dikembangkan menjadi atlet berprestasi.
Kejuaraan tersebut juga melibatkan Askot PSSI Kota Pematangsiantar, Bank Sumut, jajaran Direksi Perumda Air Minum Tirta Uli, sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), anggota DPRD Metro B. Hutagaol dan M. Fahmi Siregar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setdako Fidelis Edy Suranta Sembiring, S.STP., M.Si., serta Sekretaris KNPI Kota Pematangsiantar Fransisco Sibarani.
Usai pertandingan, Sekda Junaedi Sitanggang bersama anggota DPRD Kota Pematangsiantar Metro B. Hutagaol menyerahkan trofi kepada SMAN 2 sebagai juara pertama.
Dalam sambutannya, Junaedi menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi sehingga kejuaraan berjalan lancar dan sukses. Ia juga mengucapkan selamat kepada para pemenang yang telah menunjukkan kemampuan terbaik selama kompetisi.
Bagi tim yang belum berhasil meraih gelar juara, ia berpesan agar tidak berkecil hati dan tetap bersemangat untuk meningkatkan kemampuan.
Ia berharap pengalaman bertanding dalam kejuaraan ini menjadi bekal bagi para pelajar untuk terus berkembang dan kembali bersaing dalam berbagai ajang olahraga berikutnya.
Hadiah Puluhan Juta Rupiah, Jadi Motivasi Atlet Pelajar
Sebagai bentuk apresiasi atas pencapaian para peserta, panitia menyediakan uang pembinaan bagi tim yang berhasil menempati posisi empat besar. Juara pertama memperoleh Rp15 juta, juara kedua Rp12,5 juta, juara ketiga Rp10 juta, dan juara keempat Rp7,5 juta.
Selain penghargaan untuk tim, pencetak gol terbanyak dan pemain terbaik masing-masing menerima uang pembinaan sebesar Rp2 juta.
Keikutsertaan 16 tim SMA/sederajat memperlihatkan besarnya potensi olahraga pelajar di Pematangsiantar. Tantangan berikutnya adalah memastikan potensi tersebut tidak berhenti pada kompetisi, tetapi berlanjut melalui pembinaan yang terarah, latihan berkelanjutan, dan kesempatan bertanding yang lebih luas.
Dengan dukungan KONI, pemerintah daerah, Askot PSSI, sekolah, serta pihak terkait lainnya, kejuaraan ini diharapkan menjadi salah satu pijakan untuk memperkuat pembinaan sepak bola dan melahirkan atlet muda yang mampu membawa nama Pematangsiantar ke tingkat yang lebih tinggi.

