Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak, S.I.K., M.H., turun langsung menyalurkan bantuan makanan kepada warga terdampak banjir di kawasan Jalan Brigjen Katamso, Kecamatan Medan Maimun, Kota Medan. Banjir akibat luapan Sungai Deli tersebut berdampak pada 890 kepala keluarga (KK) yang tersebar di Lingkungan 16, 17, 18, dan 19. Kegiatan penyaluran bantuan berlangsung pada Kamis (29/10/2026).

Selain mendistribusikan makanan gratis, Polrestabes Medan bersama Polda Sumatera Utara (Polda Sumut) mendirikan dapur umum dan menyiagakan mobil pelayanan kesehatan dari Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Biddokkes) Polda Sumut untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar serta memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat terdampak.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol. Dr. Jean Calvijn Simanjuntak menjelaskan, banjir terjadi akibat meningkatnya debit Sungai Deli setelah hujan deras mengguyur wilayah hulu, seperti Berastagi, Kabanjahe, dan Kabupaten Deli Serdang, selama dua hari berturut-turut. Kiriman air dari wilayah tersebut menyebabkan Sungai Deli meluap hingga merendam permukiman warga di sepanjang bantaran sungai.
“Banjir yang melanda Kecamatan Medan Maimun ini terjadi akibat luapan Sungai Deli. Dampaknya, sebanyak 700 rumah yang dihuni 890 kepala keluarga di empat lingkungan terdampak. Meski air mulai berangsur surut, warga masih harus menghadapi sisa lumpur yang mengotori rumah dan lingkungan mereka,” jelasnya.
Berdasarkan pendataan di lapangan, ketinggian air mulai meningkat sekitar pukul 01.00 WIB setelah hujan ringan mengguyur Kota Medan pada Rabu malam. Kondisi tersebut diperparah oleh kiriman air dari wilayah hulu yang menyebabkan debit Sungai Deli meningkat hingga meluap ke permukiman penduduk.
Di Lingkungan 16, tercatat 180 rumah yang dihuni 205 KK terdampak banjir. Petugas bersama masyarakat masih melakukan penyedotan genangan air untuk mempercepat proses pemulihan. Sementara itu, di Lingkungan 17, sebanyak 225 rumah dengan 275 KK terdampak, sedangkan di Lingkungan 18 terdapat 180 rumah yang dihuni 240 KK. Di kedua lingkungan tersebut, air telah surut dan hanya menyisakan lumpur.
Adapun di Lingkungan 19, banjir berdampak pada 115 rumah yang dihuni 170 KK. Ketinggian air di kawasan tersebut juga berangsur menurun hingga sekitar setinggi betis orang dewasa. Meski genangan di sejumlah titik telah surut sekitar 20 hingga 30 sentimeter, warga masih membutuhkan bantuan untuk membersihkan rumah dan lingkungan agar dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari.
Di tengah upaya pemulihan tersebut, Polrestabes Medan bersama Polda Sumut terus bergerak membantu masyarakat. Dapur umum lapangan yang bekerja sama dengan Satuan Brimob Polda Sumut telah beroperasi untuk menyiapkan makanan bagi warga terdampak. Bantuan makanan kemudian didistribusikan ke empat lingkungan yang terdampak banjir.
Selain bantuan pangan, posko pelayanan kesehatan juga disiapkan dengan dukungan tenaga medis dan obat-obatan. Mobil kesehatan Biddokkes Polda Sumut turut disiagakan untuk memberikan pelayanan kepada warga yang membutuhkan penanganan medis pascabanjir.
Petugas juga terus melakukan pendataan terhadap warga terdampak serta patroli di kawasan banjir guna mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila kondisi kembali memburuk. Perhatian khusus diberikan kepada kelompok rentan, seperti anak-anak, lanjut usia, dan warga yang membutuhkan pertolongan khusus.
Kapolrestabes Medan berharap kondisi segera pulih dan tidak terjadi hujan susulan yang dapat memicu banjir kembali. Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara kepolisian, pemerintah, dan masyarakat dalam mempercepat penanganan serta pemulihan pascabanjir.
Melalui penyaluran bantuan makanan, pengoperasian dapur umum, dan penyediaan layanan kesehatan, Polrestabes Medan bersama Polda Sumut berupaya memastikan kebutuhan dasar warga terdampak tetap terpenuhi. Langkah tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat sekaligus membantu mempercepat pemulihan kondisi permukiman agar warga dapat kembali beraktivitas seperti biasa.



