Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polrestabes Medan mengungkap praktik penjualan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi jenis bio solar ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (27/10) malam.
Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan seorang sopir berinisial MR (35), warga Jalan Binjai Km 10,5 Medan, beserta satu unit truk jenis dump yang telah dimodifikasi dengan penambahan tangki untuk mengangkut BBM bersubsidi.
Dari truk tersebut, petugas menemukan sekitar 150 liter bio solar. Kendaraan itu diduga digunakan untuk mengangkut BBM bersubsidi yang selanjutnya dijual ke pabrik beton.
Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvijn Simanjuntak, SIK, MH, mengatakan pengungkapan kasus ini berawal dari penyelidikan atas informasi masyarakat mengenai aktivitas sebuah truk yang memiliki lebih dari satu tangki bahan bakar.
“Setelah dilakukan penyelidikan, petugas mendapati truk jenis dump tersebut melintas di Jalan Medan–Binjai, kawasan Sei Semayang, Kecamatan Sunggal. Petugas kemudian mengamankan sopir beserta truk yang telah dimodifikasi tangkinya,” ungkap Calvijn.
Ia menjelaskan, truk tersebut memiliki dua tangki yang memungkinkan pelaku mengangkut BBM dalam jumlah lebih besar.
“Kami amankan truk dengan tangki yang sudah dimodifikasi, ditambah menjadi dua tangki. Sekali angkut, ini bisa setengah ton,” ujarnya.
Usai mengamankan MR, petugas mengembangkan penyelidikan untuk menelusuri tujuan penjualan BBM bersubsidi tersebut. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengarahkan petugas ke sebuah pabrik pembuatan beton di Jalan Megawati, Kecamatan Sunggal.
Pelaku mengaku selama ini rutin menjual BBM yang diperolehnya ke pabrik tersebut dengan harga lebih dari Rp8.000 per liter.
“BBM dijual ke pabrik dengan harga lebih dari Rp8.000. BBM kemudian digunakan untuk mengoperasionalkan sejumlah alat berat, termasuk menjadi bahan bakar untuk menghidupkan listrik di pabrik,” tambah Calvijn.
Saat ini, penyidik masih mendalami keterlibatan pihak lain di lingkungan pabrik yang diduga berkomunikasi dengan pelaku terkait pemesanan dan pembayaran BBM tersebut.
Polisi juga menelusuri asal-usul BBM bersubsidi yang diperjualbelikan, termasuk mengidentifikasi jalur pembelian yang digunakan pelaku.
“Kami sedang mengejar potensial suspect di pabrik ini. Asal-usul BBM juga sedang kami dalami. Kami menemukan beberapa pelat nomor dan barcode pembelian BBM. Ini menjadi petunjuk untuk menelusuri dari mana BBM itu didapat pelaku,” tegas Calvijn.
Ia berharap penyelidikan dapat mengungkap seluruh pihak yang terlibat dalam praktik penyalahgunaan BBM bersubsidi tersebut.
“Mohon doanya agar kami bisa mengungkap kasus ini secara menyeluruh,” pungkasnya.



