Aksi kedua bocah yang diketahui bernisial JS (13) dan S (15) warga Simpang 2, Kecamatan Siantar Marihat, sudah 3 kali melakukan aksi serupa di sekitaran Simpang 4, Kota Pematangsiantar, hal ini terungkap saat polisi melakukan introgasi terhadan kedua pelaku di Mapolsek Siantar Selatan.
Dari ruang kerja Kanit Reskrim Polsek Sinatar Selatan itu, terdengar polisi sedang melakukan introgasi terhadap kedua pelaku yang merupakan siswa di salah satu SMP dan SMA di Kota Siantar. Saat ditanya petugas, pelaku mengaku sudah pernah melakukan kejahatan serupa di sekitaran Simpang 4. “Sudah tiga kali pak,” ungkap salah satu pelaku saat diintrogasi petugas.
Korban yang diketahui bernama Febrianti boru Sinaga (22) warga Jalan Farrel Pasaribu itu dijambret pelaku saat melintas di Jalan Melanthon Siregar.
Menurut keterangan boru Saragih yang merupakan tante korban menyebutkan bahwa korban sebelumnya baru saja mengisi minyak di SPBU Jalan Melanthon Siregar.
Pelaku yang diduga lebih dari 2 orang itu mengambil paksa HP Android milik korban dan mencoba kabur. Korban yang tak ingin kehilangan harta langsung mengejar pelaku hingga Simpang 4.
“Si adik (Febrianti, red) mungkin habis isi minyak, lalu dijambret makanya ngejar pelaku itu. Kami kan tinggal di Jalan Balige, kami tahu kalau ada jambret dan kata tetangga kami kalau salah satu pelaku itu lari waktu di Simpang Jalan Balige dan tembus gang sampai ke Jalan Toba. Kami enggak tahu kalau yang dijambret itu keponakan kami. Selama ini dia tinggal sama oppung-nya (nenek/kakek,red). Kalau orang tuanya di Pangururan (Kabupaten Samosir,red) tinggal,” ungkap tante korban saat di Mapolsek.
Korban yang merupakan Mahasiswi di STIE Sultan Agung itu sebelumnya juga pernah dijambret saat berada di Jalan Farrel Pasaribu.
“Dulu pernah dia (Febrianti, red) dijambret HP-nya. Sempat juga dikejar pelakunya tapi enggak dapat,” katanya lagi.
Ia mengamini bahwa korban saat ini mendapatkan perawatan medis di RS Tentara karena mengalami patah tulang kaki akibat aksi penjambretan yang baru dialaminya. (Sawal)




Discussion about this post