Hujan deras yang mengguyur Simalungun pada Selasa (9/10) malam menimbulkan sejumlah kerusakan infrastruktur. Bahkan kejadian tersebut merenggut nyawa sepasang suami istri di Sahkuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Simalungun.
Satu unit rumah semi permanen rata dengan tanah setelah diterpa banjir bandang yang berada di Jalan Asahan, Nagori Sakuda Bayu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, Rabu (10/10/2018 pagi sekitar pukul 04.00 WIB.

Akibat terkena banjir bandang dari aliran sungai tersebut, sepasang suami istri (Pasutri) harus meregang nyawa setelah terbawa arus deras banjir tersebut.
Kedua pasutri itu diketahui bernama Daulat Siagian (60) dan Yunita Boru Sitorus (50). Hanya saja warga baru menemukan Dualat Siagian yang tersangkut di sebuah pohon sawit.
Kepala Desa (Kades) Suyatno ketika dilkonfirmasi oleh awak media ini membenarkan dengan penemuan seorang warganya yang bernama Daulat Siagian.

“Warga yang menemukan mayat si Daulat Siagian tadi, dia (Korban) tersangkut di pohon sawit dan lokasi ditemukannya korban sekitar 10 kilo dari rumah korban dan sekarang korban sudah berada di rumah duka”, kata Suyatno kepada awak media ini.
Namun saat ditanya apakah ada bantuan dari tim sar untuk melakukan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan, Suyatno mengatakan kalau tidak ada bantuan dari Tim SAR.
“Warga saja yang melakukan pencarian korban, tim sar tidak ada diturunkan dan sampai sekarang warga masih melakukan pencarian terhadap istrinya Daulat Siagian”, ucapnya. Hingga berita ini diturunkan warga berbondong bondong masih melakukan pencarian terhadap Yunita Boru Sitorus. (Ridho)




Discussion about this post