Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Indonesia merilis informasi terbaru terkait dengan kejadian lost contact, pesawat Boeing 737 MAX 8 registrasi PK-LQP yang dioperasikan oleh PT. Lion Mentari Airlines (Lion Air) sebagai penerbangan JT-610 dari Bandar Udara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta menuju Bandar Udara Depati Amir, Pangkal Pinang pada tanggal 29 Oktober 2018.
Dalam Konferensi pers yang dilaksanakan pada Rabu (31/10)sekitar pukul 15.00 WIB Ketua KNKT, Dr. Ir. Soerjanto Tjahjono menyampaikan perkembangan proses investigasi hari ke-3, tanggal 31 Oktober 2018 sebagai berikut:
1.Jam 06.30 WIB, Tim KNKT di Kapal Baruna Jaya I melakukan penyisiran lokasi di perairan Tanjung Karawang dengan menggunakan ping locator. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan.
2.Tim KNKT di Jakarta International Container Terminal II (JICT II) Tanjung Priok telah melakukan pemilahan barang temuan. Pemilahan barang temuan yang dinilai penting telah dipindah amankan ke gudang Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, untuk proses investigasi lebih lanjut.
3.Hingga hari ini KNKT masih menerima tawaran bantuan dan dukungan dari negara sahabat, seperti Arab Saudi dan Australia.
4.KNKT terus berkoordinasi dengan BNPP, Kepolisian, TNI, Kemenhub, Kemenko Maritim, Lion Air dan seluruh pihak yang terkait dengan kecelakaan ini.
Informasi lebih lanjut dapat menghubungi KNKT Command Center: 0812 1265 5155. (Rel/Vay)




Discussion about this post