Pengaruh pangan dan gizi dinilai begitu signifikan hingga pemerintah menetapkan program percepatan pangan dan gizi utamanya pada 1000 hari pertama kehidupan yaitu 270 hari masa kehamilan dan 730 hari pada kehidupan pertama bayi atau usia 2 tahun.
Pemerintah Daerah pun sangat perhatian dengan persoalan pangan dan gizi, peningkatan kualitas dan produktifitas sumber daya manusia.
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Pematangsiantar H.Hefriansyah,SE.MM pada pembukaan rapat koordinasi pelaksanaan rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD-PG) multi sektor Kota pematangsiantar tahun 2018, yang dilaksanakan pada Kamis (8/11) di aula serba guna Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (BAPPEDA).
Walikota menyampaikan ada dua aspek yang menjadi leading sektor pembangunan pangan dan gizi. pertama aspek kesehatan yang merupakan indikator dominan dalam output rencana aksi pangan dan gizi dan yang kedua pemerataan akses pangan dan penggunaan pangan yang aman, bergizi, dan beragam melalui program yang saling terintegrasi (multisektor).
Di mana kedua aspek tersebut merupakan perhatian utama agenda internasional dalam Sustainable Development Goals (SDGS) dengan prinsipnya: “No One Leave Behind”.
“Pembangunan pangan dan gizi pada seluruh aspek tersebut memerlukan dukungan multi sektor diantaranya BAPPEDA, Dinas Kesehatan, Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Pendidikan, Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan DAN Perlindungan Anak, Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Dinas Ketenagakerjaan, serta Dinas-Dinas terkait yang mendukung peningkatan kualitas dan produktifitas sumber daya manusia di kota pematangsiantar,” tutur Walikota.
Pendekatan multisektor yang digunakan dalam rencana aksi daerah pangan dan gizi (RAD- PG) memungkinkan semua perangkat daerah terkait berpartisipasi dan mensinergikan program kerjanya dalam rangka perbaikan pangan dan gizi di kota pematangsiantar.
Untuk itu melalui koordinasi lintas sektor diharapkan percepatan pencapaian target yang ditetapkan dapat lebih efektif dalam mewujudkan sumber daya manusia kota pematangsiantar yang mantap, maju dan jaya.
Secara khusus kepada para narasumber, wali kota mengucapkan terima kasih atas kehadiran dan kesediaannya serta sumbangsih ilmu dan pemikiran yang tentunya akan sangat berguna dalam meningkatkan pemahaman seluruh peserta dalam memahami perkembangan situasi pangan dan gizi dengan harapan, koordinasi pembangunan ketahanan pangan dan gizi secara terpadu dapat diimplementasikan di kota pematangsiantar, ungkap Hefriansyah.
“Saya tidak bosan-bosannya mengajak para OPD untuk serius dalam melaksanakan program yang menyakut masyarakat, untuk itu mari tunjukan keseriusan kita kepada masyarakat, sehingga apa yang kita kerjakan dan lakukan berdaya guna serta dapat dirasakan bagi masyarakat,” ujarnya.(rel/vay)




Discussion about this post