Kepala Staf Daerah Militer (Kasdam) I/BB resmi membuka bhakti sosial TNI KB-KES se Sumatera Utara yang dipusatkan di Kota Pematangsiantar, tepatnya di Lapangan H Adam Malik, Kota Pematangsiantar, Kamis (15/11/2018) pagi. Acara tersebut dihadiri sejumlah petinggi TNI seperti Dandim, Danrem dan Forkompinda Kota Siantar.
Dalam acara ini juga dihadiri Danrem 022/PT Kolonel Inf R Wahyu Sugiarto, Danrem 023/KS Kol Inf , Dandim seluruh jajaran Korem 023/KS, Dandim Jajaran Korem 022/PT, Danrem 022/PT yang diwakilkan Kasrem 022/PT Letkol Inf Agustatius Sitepu, Dandim 0207/SIM Letkol Inf Robinson Tallupadang, Walikota Pematangsiantar, Hefriansyah Noor dan perwakilan dari Kabupaten/kota lainnya.
Brigjen Hassanudin, Kasdam I/BB mengatakan bahwa saat ini permasalahan jumlah penduduk dapat menjadi persoalan yang penting dalam permasalahan yang akan datang. Selain itu, laju jumlah penduduk yang tidak terkendali nantinya dapat menjadi beban Negara.
“Laju penduduk yang tidak terkendali akan menjadi ledakan masalah. Kalau kita perhatikan jumlah penduduk setiap tahun bertambah 5 juta jiwa. Ini diperlukan tindakan nyata. Salah satunya seperti yang kita laksanakan sekarang agar tercapai sasaran pembangunan,” terangnya.
Dandim 0207 Simalungun, Letkol Inf Robinson Tallupadang selaku ketua panitia mengatakan, pelaksanaan pencanangan bakti sosial TNI dengan BKKB se Sumut untuk daerah Siantar-Simalungun, Kodim 0207 Simalungun melayani atau sebagai sasarannya sebanyak 8 Kecamatan dari Pemkab Simalungun dan 8 Kecamatan Kota Pematangsiantar dengan pembiayaan dari kedua Pemda tersebut.
Walikota mengatakan akan tetap memberikan perhatian serius terhadap program Keluarga Berencana (KB). “Tujuan utama bagaimana meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM). Kelahiran dan peningkatan SDM harus berbanding lurus, demi terciptanya pembangunan serta menciptakan manusia yang lebih cerdas,” kata orang nomor satu di Pemerintahan Kota Pematangsiantar ini.
Dr Ria Telambanua selaku Kepala Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Provinsi Sumut mengatakan, TNI merupakan mitra yang sangat potensial dan dapat menekan angka kelahiran secara Nasional. Hal juga berdampak peningkatan mutu pendidikan, kesehatan.
“Sangat ini jumlah penduduk Indonesia berada diurutan ke-4 terbesar di dunia. Jika program KKB (Kependudukan Keluarga Berencana) ini tidak berjalan dengan baik dapat mengakibatkan ledakan jumlah penduduk. Kualitas dan kuantitas penduduk harus sebanding. Dan, saat ini Sumut menempati posisi keempat di Indonesia dengan jumlah penduduk terbesar,” jelasnya.
Kepala BKKBN Sumut, Temazaro menjelaskan bahwa penanganan kependudukan dengan baik akan memberikan kemampuan menangani sektor-sektor pembangunan yang menyangkut kehidupan masyarakat. (Sawal)




Discussion about this post