Terletak di salah satu lembah yang diapit dua bukit di kawasan Danau Toba, Desa Sigapiton, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Tobasa. Kehidupan desa yang masih memegang teguh nilai-nilai budaya serta kental dengan adat istiadat. Hidup dari hasil bertani dan mencari ikan di danau, masyarakatnya pun hidup bersahaja dengan diikat hubungan kekerabatan adat.
Hari Jumat, 16 November 2018 siang hingga sore cuaca sejuk diikuti rintik hujan gerimis menjadi saksi sejarah dan momen yang berkesan bagi Desa Sigapiton serta penghuninya. Desa yang tidak terlalu mudah diakses dan mungkin selama ini kurang mendapat perhatian itu kini dilimpahi berkat.
Desa itu dikunjungi sejumlah petinggi daerah, Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Dr. Ir. Hj. R. Sabrina, Kepala Regional BI Sumut, Suhaedi, Pjs Kepala Perwakilan BI prov. Sumut Hilman Tisnawan didampingi Kepala Perwakilan BI Pematangsiantar dan Sibolga, Direktur Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) Arie Prasetyo, Wakil Bupati Tobasa Hulman Sitorus, serta sejumlah instansi perbankan di Sumut, pengusaha perhotelan dan restauran serta lainnya.
Tak hanya berkunjung, ada secercah harapan yang mereka bawa bagi anak-anak desa dan para orangtua di sana.
Lewat Program Sosial Bank Indoneasia(PSBI), Bank Indonesia Regional I Sumatera Utara bersama KPw BI Sumut, Pematangsiantar dan Sibolga masuk dan terlibat langsung mengahantarkan desa ini menuju Desa Wisata yang juga memiliki sentra pertanian unggulan di Sumatera Utara. Harapannya satu, kehidupan yang lebih baik di masa mendatang. 
Tiba di lokasi, tetabuhan tagading (Gendang Batak) dan keriangan sejumlah warga dari anak-anak hingga orangtua maupun tokoh adat Desa Sigapiton menyambut kedatangan para tetamu dan undangan.
Hari itu Bank Indonesia datang dengan mengusung sejumlah program. Mulai dari pembinaan kepada kelompok tani bawang merah hingga penyerahan bantuan kepada warga dan kelompok tani.
Bank Indonesia pun menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan BPODT, MoU dengan Pemerintah Kabupaten Tobasa untuk mengembangkan perekonomian di kawasan tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara, Hilman Tisnawan menyampaikan, meski memiliki potensi yang tinggi, pengembangan destinasi pariwisata toba masih menghadapi berbagai hambatan. Secara garis besar, kondisi akses, atraksi, dan amenitas KSPN Danau Toba pun dinilai masih perlu dioptimalkan.
“Dari sisi SDM, data kami menunjukkan kita masih dihadapkan dengan permasalahan melek pariwisata. Trip Advisor juga mencatat hal-hal yang perlu diperbaiki mulai dari pengelolaan lingkungan pariwisata yang belum dilakukan dengan pelayanan standar, masalah kebersihan yang menjadi perhatian wisatawan, hingga ketersediaan fasilitas umum dan jasa pendukung di area wisata yang dinilai belum memadai,” ujarnya.
Bank Indonesia pun berkomitmen untuk menjadi bagian dalam pengembangan destinasi kawasan pariwisata Toba ke depan.
Sebagai wujud komitmen tersebut, maka disepakati perjanjian kerjasama Pengembangan Ekonomi di Kawasan Danau Toba dengan BPODT, kerjasama Pengembangan Ekonomi Daerah dengan Pemerintah Kabupaten Toba Samosir.
“Mengawali penandatanganan ini, kami telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan Pertama diskusi lintas pemangku kepentingan yang telah dilaksanakan sejak Juli – September 2018. Dimulai dari stakeholders di tingkat Kabupaten/Kota, Provinsi Sumatera Utara, BPODT hingga Gubernur Sumatera Utara. Saat ini kami juga sedang mengembangkan berbagai spot atraksi di kawasan Danau Toba, diantaranya adalah Desa Sigapiton yang dikembangkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Utara dan Desa Muara Sibandang yang dikembangkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia Sibolga,” tambahnya.
Pada Kesempatan tersebut, sejumlah lembaga perbankan yang hadir pun menyampaikan bantuan berupa peralatan sekolah kepada sejumlah anak Sekolah Dasar di desa tersebut.
Sebagai ucapan terimakasih atas dukungan dan perhatian Bank Indonesia, Pemerintah Daerah serta lembaga yang ikut terlibat mewujudkan pengembangan ekonomi dan pariwisata di desa tersebut sejumlah tokoh adat pun menyematkan ulos penghormatan. (Vay)




Discussion about this post