Sepasang kekasih, Hendar Darmawan (54) dan Nuhayati Dani (48), masih mendapat perawatan intensif di Rumah Sakit Paru Dr M Goenawan Partowidigdo (RSPG) Cisarua, Bogor. Keduanya bertikai hingga nyaris meregang nyawa.
Disampaikan Kasubbag Humas Polres Bogor, AKP Ita Puspita Lena kepada Newscorner.id Hendar mengalami luka tusuk di leher. Sementara Nurhayati menderita luka sayat di leher dan tusukan di bagian perut.
Nyawa keduanya selamat setelah ditolong warga setempat yang sigap membawanya ke rumah sakit terdekat. Pisau yang masih menancap di leher Hendar berhasil diangkat oleh tim dokter bedah. Begitu pun luka sayatan dan tusukan yang dialami Nurhayati.
Kisah asmara pria dan wanita paruh baya ini dimulai sejak tiga tahun silam. Keduanya berkenalan di parkiran SD Cisarua 03, Kabupaten Bogor.
Peristiwa Diawali dengan rencana perjodohan antara anak Hendar dan Nurhayati, membuat keduanya intens berkomunikasi lewat telpon genggam. Apalagi keduanya tinggal berdekatan.
Nuryanti, tinggal di Kampung Kebon Jahe RT 05/02, Desa Citeko. Sedangkan Hendar tinggal di Kampung Anyar RT03/03, Desa Cisarua.
Ternyata, rencana perjodohan itu fiktif dan hanya akal bulus Hendar agar bisa dekat dengan Nurhayati. Seiring waktu, hati Nurhayati pun terpikat ke pangkuan Hendar.
Sejak saat itu, keduanya sering kopi darat di warung kelongtong milik Anwar (24) yang berlokasi di jalan alternatif Ciawi-Taman Safari Indonesia tepatnya di Kampung Citeko RT 03/08, Desa Citeko, Kecamatan Cisarua. Perselingkuhan Nurhayati akhirnya tercium suaminya hingga mengakibatkan perceraian.
Singkat cerita, Nurhayati berniat menikahkan anaknya pekan depan, dan Hendar berjanji akan memberinya uang sebesar Rp 2 juta untuk biaya perkawinan.


Discussion about this post