Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) ke-51 Tingkat Kota Pematangsiantar resmi ditutup, Jumat (29/3) malam. Meski hujan deras mengguyur Kota Pematangsiantar sejak sore, namun tidak menyurutkan masyarakat untuk hadir di acara penutupan MTQN di Lapangan H Adam Malik. Tahun ini, tampil sebagai juara umum MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar adalah Kecamatan Siantar Barat.
Penutupan MTQN ditandai dengan diturunkannya bendera MTQN oleh Pasukan Pengibar Bendera (Paskibraka) dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Pematangsiantar serta pemukulan beduk oleh Wakil Walikota Togar Sitorus SE MM didampingi Ketua Panitia Pelaksana Budi Utari AP, serta unsur Forkompimda Pematangsiantar
Budi Utari dalam mengatakan pelaksanaan MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar, di samping untuk meningkatkan minat baca Alquran, pembinaan kualitas bacaan Alquran, dan pemahaman isi kandungan Alquran, juga sebagai persiapan utusan peserta dari Kota Pematangsiantar untuk mengikuti seleksi MTQN tingkat Provinsi Sumatera Utara (Sumut) di Kota Tebingtinggi, 9-15 April 2019.
Peserta yang mengikuti MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar berasal dari delapan kecamatan. Kafilah Kecamatan Siantar Barat 62 peserta, dari Siantar Timur 46 peserta, Siantar Utara 52 peserta, dan Siantar Selatan 32 peserta. Kemudian, Kafilah Kecamatan Siantar Marihat 30 peserta, Siantar Martoba 62 peserta, Siantar Sitalasari 44 peserta, dan Siantar Simarimbun 42 peserta. Ditambah peserta Nasyidaria 43 grup.
Sedangkan cabang yang diperlombakan yakni Tilawah, Tartil, Tahfiz, Fahmil, Syahrir, Khattil, dan kontemporer.
Walikota Pematangsiantar H Hefriansyah SE MM diwakili Wakil Walikota Togar Sitorus SE MM, atas nama Pemko Pematangsiantar memberikan penghargaan setinggi-tingginya, dan menyampaikan selamat serta sukses atas pelaksanaan MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar tahun 2019.
“Dengan harapan kegiatan MTQ ini mampu menjadi motivasi bagi para peserta maupun umat Islam di Pematangsiantar untuk lebih mencintai Alquran. Sehingga Alquran menjadi jati diri dan karakter umat Islam. Kita berharap semoga kegiatan ini dapat melahirkan generasi-generasi penerus yang Islami dan Qurani,” katanya.
“Saya yakin dan percaya kegiatan ini membuahkan hasil yang sangat positif. Bukan hal mudah untuk melakukan pembinaan, karena dibutuhkan keseriusan, konsentrasi, serta energi yang lebih kepada Qori dan Qoriah yang menjadi utusan masing-masing kecamatan agar mampu tampil maksimal, bahkan menjadi yang terbaik pada event-event MTQ di Tingkat Kota Pematangsiantar, provinsi, bahkan tingkat nasional,” lanjutnya.
Kepada peserta yang meraih juara, diucapkan selamat dan sukses.
“Saya berharap para peserta yang menjadi juara semakin mengasah kemampuan dan keterampilan agar dapat tampil lebih baik pada event yang lebih tinggi. Kepada peserta yang belum meraih gelar juara, jangan putus asa dan teruslah berusaha dengan tekad pantang menyerah. Jadikan momentum ini sebagai evaluasi diri guna mengetahui titik kelemahan, sehingga pada kegiatan-kegiatan MTQ selanjutnya keberhasilan bisa diraih,” katanya lagi.
Kepada Para Dewan Hakim, panitia pelaksana, dan pihak-pihak lain yang telah berkontribusi dan berpartisipasi, diajak menjadikan momentum MTQN sebagai langkah untuk menanamkan semangat mentradisikan minat baca Al-quran di tengah-tengah umat, khususnya kepada generasi muda.
“Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat, terutama para generasi muda Islami untuk siap dan dapat melakukan persaingan, membekali diri dengan berbagai macam ilmu keterampilan dan pengetahuan agar mampu menghadapi berbagai macam persoalan yang serba kompleks,” sebutnya.
Dalam pelaksanaan MTQN Tingkat Kota Pematangsiantar tahun 2019, yang menjadi juara umum adalah Kecamatan Siantar Barat. Piala Bergilir langsung diserahkan Wakil Walikota Pematangsiantar Togar Sitorus SE MM di dampingi Ketua Panitia Pelaksana Budi Utari AP kepada Camat Siantar Barat Syaiful Rizal SSTP.
Turut hadir dalam acara penutupan MTQN, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Pematangsiantar, Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kota Pematangsiantar, Kepala Kantor Kementerian Agama Pematangsiantar, para staf ahli, asisten, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat se-Kota Pematangsiantar, lurah se-Kota Pematangsiantar, Ketua TP PKK Pematangsiantar, Ketua Darma Wanita Pematangsiantar, para pimpinan BUMN, BUMD, tokoh agama, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta masyarakat. (*)


Discussion about this post