Secara Nasional Hari Raya Waisak diperingati hari ini Minggu (9/5/2019). Sebelumnya masing-masing vihara sudah melaksanakan perayaan Tri Suci Waisak.
Ketua DPD Perwakilan Umat Budha Indonesia (Walubi) Susanto yang di temui Newscorner.id menyampaikan berbagai rangkaian kegiatan telah digelar dalam merayakannnya di Pematangsiantar.
Ada Pawai Lilin yang diiringi mobil hias
saat memperingati hari Raya Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 di Pematangsiantar meriah, Sabtu (11/5) malam sekira pukul 21.00 WIB.

Sebelum pawai dimulai dari Vihara Samiddha Bhagya di Jalan Thamrin Kecamatan Siantar Barat, umat Budha terlebih dahulu melaksanakan ibadah bersama tamu undangan yang hadir.
Setelah itu, peserta pawai yang diiringi mobil hias bergerak mengelilingi rute Jalan Sutomo-Merdeka. Tampak warga yang hadir di lokasi menyempatkan momen berfoto selfi disamping mobil hiasan.
Susanto juga menyatakan pawai lilin yang diselenggarakan merupakan rangkaian kegiatan dalam memperingati hari Raya Tri Suci Waisak 2563 BE yang diperingati, Minggu, (19/5).
Umat Budha di Pematangsiantar, khususnya yang bergabung dalam majelis agama Budha Indonesia yang beraneka ragam mazhab dan alirannya, dalam forum perwakilan umat Budha Indonesia (Walubi) turut ambil bagian menyuksekan peringatan hari Waisak.
Menurut Susanto, peringatan Tri Suci Waisak bertujuan untuk menjadi riwayat hidup sang Budha sebagai contoh tauladan dalam meningkatkan kualitas hidup bermasyarakat di Pematangsiantar.

Walubi sebagai wadah perwakilan Umat Budha Indonesia di Pematangsiantar senantiasa mengajak, khususnya umat Budha mengendalikan pikiran, ucapan, perbuatan, serta senantiasa mengimplementasikan Bodhisatvayana (jalan untuk menjadi makluk sempurna) dengan berbagi dan melayani sesama makhluk dalam kehidupan sehari-hari sebagai wujud pengembangan kebijakan.
Dalam sambutannya Ketua Walubi Kota Pematangsiantar mengatakan Tema Tri Suci Waisak kali ini ” Pahami hati, tampakkan kesejatian diri dan Sub Tema Implementasikan Bodhhisatvayana dengan berbagi dan melayani akan mewujudkan pengembangan kebajikan.
“Wujud pengembangan kebajikan tersebut melalui pikiran, ucapan dan perbuatan yang terkendali , kita akan mampu menunjukkan sikap yang mulia dan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam bingkai NKRI,” ungkapnya.
Diterangkannya, dengan prinsip kebijakan saling berbagi dan melayani sesuai ucapan dan perbuatan yang terkendali, diyakini mampu menunjukkan sikap yang mulia untuk bermasyakat, berbangsa dan bernegara khususnya di Pematangsiantar.
“Semoga semua mahluk hidup berbahagia dan penuh berkah. Selamat hari Raya Tri Suci Waisak 2563 BE/2019 bagi umat Budha khususnya di Kota Pematangsiantar,” tutupnya.
Mewakili Wali kota, Staf Ahli Bidang Pembangunan Daniel Siregar menyatakan terimakasih atas yang dilakukan umat Budha menjaga kerukunan umat beragama di Pematangsiantar dalam peringatan Waisak tahun 2019.
“Kita patut cap jempol bahwa Kota Pematangsiantar kota toleran yang memiliki beragam jenis suku dan agama. Ini dibuktikan dengan pelaksanaan bulan Ramadan bagi umat Muslim tetapi diwaktu bersamaan umat Budha merayakan Waisak bukan jadi penghalang. Kedua kegiatan keagamaan yang berbeda di Kota Pematangsiantar berjalan dengan tertib karena itulah kekuatan toleransi umat beragama di kota kita ini saling menjaga dan menghormati satu sama lainnya,” ujarnya.
Tak lupa ia menyampaikan, pasca Pemilu serentak yang telah usai khususnya di Pematangsiantar tercipta aman dan kondusif, dengan kerukunan umat beragama dalam menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.
“Kita meminta semua umat supaya mendoakan agar penetapan hasil Pemilu serentak baik itu Pilpres dan Pileg pada 22 Mei 2019 mendatang dapat berjalan dengan aman dan tertib, tanpa adanya gesekan,”katanya.
Lebih lanjut, Susanto menyampaikan nanti tanggal 26 Mei 2019 akan ada perayaan waisak yang dirangkai dengan bazar di Vihara Avalokitesvara.


Discussion about this post