Sejumlah Taman Kanak-kanak (TK) kini beroperasi di Pematangsiantar, Sumatera Utara. Di tengah banyaknya lembaga belajar dan bermain anak tersebut, TK Buddhist Manjusri Pematangsiantar menjadi salah satu TK yang memiliki Areditasi A dari Pemerintah.
Taman Kanak-kanak (TK) Buddhist Manjusri Pematangsiantar berada di bawah Yayasan Vihara Avalokitesvara. TK ini berdiri atas imbauan pemerintah yang mengajak pihak swasta untuk berpartisipasi aktif dalam membangun pendidikan, serta mempersiapkan para generasi bangsa yang beriman, tangguh, dan mandiri.
Selain TK, Yayasan Vihara Avalokitesvara Pematangsiantar juga membuka untuk tingkatan Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP), serta Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Nama Manjusri sendiri merupakan Bodhisathva, yang dikaitkan dengan kebijaksanaan, pengajaran, dan kesadaran. TK Buddhist Manjusri berdiri sesuai Surat Keputusan Kanwil Depdikbud Sumatera Utara tanggal 16 Desember 1986.

Gedung Perguruan Buddhist Manjusri dibangun mulai tahun 1984, dan selesai di tahun 1986. Gedung yang dibangun selama dua tahun itu berada di atas lahan seluas 1.917 meter persegi, dan berada di Jalan Gunung Sipiso-piso No.1 Kelurahan Karo, Kecamatan Siantar Selatan, Kota Pematangsiantar. Letaknya berseberangan dengan Vihara Avalokitesvara yang berada di Jalan Pematang No SK-I/1 Kelurahan Simalungun, Pematangsiantar.
Dengan menganut prinsip ‘bermain sambil belajar dan belajar seraya bermain’, TK Buddhist Manjusri siap membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani maupun rohani siswanya. Sehingga anak didik memiliki kesiapan untuk memasuki pendidikan yang lebih lanjut. Melalui bermain yang menyenangkan, diharapkan setiap siswa mampu mengeksplorasi potensi dirinya.
TK Buddhist Manjusri diasuh oleh guru-guru yang memiliki modal kerja kuat. Bukan hanya naluri, namun juga pengetahuan dalam mendidik dan mengajar murid TK. Berkomitmen bersama dalam satu visi, misi, serta tujuan.
Kepala sekolah dan para guru harus dapat menciptakan suasana kerja yang nyaman dan menyenangkan. Dengan demikian, siswa juga akan merasa nyaman.

“Bagaimana bisa anak-anak dapat merasa senang, ceria, dan nyaman di sekolah jika para guru tidak memberikan rasa aman dan nyaman”
Saat ini TK Buddhist Manjusri dipimpin oleh kepala sekolah dengan empat orang guru, seorang tenaga tata usaha atau operator, dan seorang karyawan kebersihan. Sejauh ini, para guru terus belajar dan meng-up grade dirinya. Baik melalui pelatihan, workshop, dan seminar-seminar yang diadakan di Pematangsiantar, Medan, bahkan Jakarta.
Selain itu, Bhiksuni Saena atau Suhu Cong Cen merupakan salah satu Pembina Yayasan Buddhist Manjusri. Bersama Bhiksuni Vidurya Tamsaka, selalu koordinator Perguruan Buddhist Manjusri, tetap berusaha agar sekolah tersebut tetap maju dan bermutu.
Bagi orangtua yang ingin mendaftarkan anaknya untuk dididik di TK Buddhist Manjusri, sekolah ini memberikan kesempatan untuk medapat kemudahan dengan menggratiskan biaya pendaftaran. Kesempatan tersebut berlaku bagi pendaftar yang datang dan mendaftar pada 26 Mei 2019 di Komplek Sekolah Buddhist Manjusri yang menggelar pentas seni siswa pada hari itu.


Discussion about this post