Penemuan seorang bayi jenis kelamin laki-laki,Kamis (5/3) masih dalam penyelidikan oleh pihak Polres Taput. Bayi tersebut ditemukan Marsaulina Nababan(52) yang diletakkan samping rumahnya, pukul 20.15 Wib Warga Sitio Tio Simpang Hutabagasan Desa Paniaran Kecamatan Siborongborong Kabupaten Tapanuli Utara.
Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Barimbing membenarkan peristiwa tersebut.
Walpon Baringbing menjelaskan kepada sejumlah wartawan, bahwa bayi jenis kelamin laki- laki tersebut diletakkan di samping rumah sebelah kanan Marsaulina.
Marsaulina nengetahui kalau ada seorang bayi di letakkan di samping rumah nya, saat ianya keluar dari rumah hendak membuang sampah ke belakang.
Saat pemilik rumah jalan ke belakang rumahnya, ia terkejut melihat ada seorang bayi yang terletak di samping rumahnya.

Bayi tersebut bergerak-gerak sambil menangis dan di bungkus dengan kain gendongan dengan rapi. Melihat hal tersebut, pemilik rumah terkejut dan memberitahukuan ke tetangga.” Terangnya
Setelah warga berdatangan, lalu memberitahukuan ke Polsek Siborongborong. Tidak berapa lama, anggota sat reskrim polsek diborongborong yang di pimpin Iptu H Hutagalung tiba di tempat kejadian.
Di TKP, polisi menenemukan bayi tersebut dengan keadaan sehat dan berjenis kelamin laki-laki. Untuk menyelamat kan bayi tersebut polisi segera membawa ke puskesmas paniaran untuk perawatan.
Di TKP, polisi juga menemukan surat yang di tulis di selember kertas yang berisikan,
” Bapak/ibu yang menemukan bayi ini, saya minta tolong, tolong rawat bayi saya. Saya tidak bisa mengasuh
nya, karena saya hidup sebatang kara. Saya hanyalah seorang korban perkosaan orang jahat yang tak mau bertanggung jawab atas perlakuan nya dan juga saya tidak kenal sama dia.
Saya tidak mampu mengasuh bayi ini, karena saya tidak kerja apa-apa. Selain meminta-minta , saya juga ga punya tempat tinggal. Saya mau masukkan bayi ini ke panti asuhan tapi tidak di terima karena saya tidak punya data diri.
Saya tidak punya KTP, tak punya kartu keluarga juga. Sekali lagi tolong asuh anak saya ini karena saya benar-benar tidak mampu. Saya sayang sama bayi ini saya tidak mau membuat dia hidup menderita dengan saya.
Sekarang dia lagi sakit lihat kepalanya. Bayi ini lahir tanggal 27/12/2019
Nama nya Maildan Azka
Agamanya Islam”demikian tulisan dalam secarik kertas yang ditemukan bersama bayi itu.
Saat ini, bayi tersebut masih dirawat di Puskesmas Paniaran, polisi sudah berkordinasi dengan Dinas Sosial Pemkab Taput, untuk perawatan bayi tersebut ke depan.
“Orang tua anak tersebut, masih penyelidikan kita. Dari isi tulisan ini, ada dugaan, memang orang tua nya tidak sanggup untuk mengurus anak nya, karena mungkin faktor kesulitan ekonomi , sehingga timbul kalimat yang berkata ” Hidup ini memang pahit.” ucap Walpon. ( Friska)


Discussion about this post