Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan, M. Si didampingi Sekretaris Daerah Indra Sahat SimaremareJumat, (01/05) meninjau pembangunan dan kesiapan Rumah Sakit Umum Daerah Tarutung sebagai tempat isolasi pasien.
“Kita akan menambah ruangan untuk isolasi pasien dengan status ODP maupun PDP, ruangan yang sebelumnya akan kita benahi dan juga membangun ruangan baru. Rumah Sakit ini akan kita manfaatkan fasilitas yang ada semaksimal mungkin, akibat adanya kendala penolakan masyarakat terkait tempat isolasi pasien covid,” kata Bupati.
Bupati juga menjelaskan hasil peninjauan pembangunan gedung baru yang sedang berlangsung dan berharap agar dapat diselesaikan secepatnya.
“Ada bangunan yang harus selesai dalam satu minggu dan sisanya akan selesai dalam dua minggu ini. Dinas Perkim perlu memastikan bahwa bangunan harus sesuai dengan juknis dan SOP isolasi, ga boleh ada kurang ataupun lebih, harus benar-benar pas. Bangunan baru yang sedang dikerjakan saat ini diperkirakan dapat menampung 32 pasien isolasi menambah daya tampung yang ada saat ini,” jelasnya.
Lebih lanjut disampaikan, saat in juga sedang mempersiapkan pengalihan fungsi beberapa ruangan dan bangunan. Termasuk akan mengosongkan beberapa rumah maupun asrama agar dapat digunakan sebagai ruang isolasi.
“Kita harus mempersiapkan segala hal sebagai antisipasi apabila terjadi kemungkinan terburuk, namun tetap sesuai SOP,” lanjutnya.
Pengadaan beberapa sarana dan prasarana akan dibeli dengan APBD apabila tidak ada bantuan dari Provinsi atau pusat.
“Saya juga sudah perintahkan agar dipersiapkan ruangan untuk melayani berobat umum maupun rawat jalan. Dokter dan medis yang terpapar hanya diperbolehkan melayani konsultasi via telp atau secara online, bukan melayani secara langsung,” tambah Bupati.
Selanjutnya, Bupati meninjau beberapa ruangan dan bangunan serta beberapa prasarana Rumah Sakit yang dapat dipergunakan agar lebih banyak menampung pasien ODP dan PDP termasuk meninjau sarana Dapur Umum.
“Dinas terkait harus melihat mana bangunan yang lebih flexibel dialihkan agar dapat sesegera mungkin untuk digunakan. Kita perlu persiapkan perencanaan yang baik, benahi dan lengkapi bangunan yang dialih fungsikan dan tetap mengacu pada juknis,” tegas Bupati.
Terkait 48 tenaga medis dan kesehatan yang sedang di isolasi, Bupati menjelaskan mereka dalam kondisi yang semakin membaik.
“Kita juga sudah mengirimkan 59 sampel swab ke Laboratorium RS USU Medan, kita doakan agar para saudara-saudari kita ini semakin baik dan mampu melewati kondisi ini. Mereka sudah 5 hari menjalani isolasi, kita libatlah perkembnagan selanjutnya,” ucap Bupati.
Dalam peninjuan tersebut, Bupati juga memberikan semangat kepada para medis yang sedang bertugas dan tetap mengutamakan keselamatan diri dan berpesan kepada pimpinan Rumah Sakit agar menjaga dan memperhatikan kebutuhan kerja para petugas termasuk memberikan vitamin agar tetap dalam kondisi sehat.
“Perbaiki dan benahi kondisi rumah sakit agar sesuai kebutuhan termasuk apabila ada kendala dalam pelayanan isolasi dan pelayanan umum sehingga pelayanan semakin maksimal termasuk membuat pembatas lokasi isolasi. Semoga Rumah Sakit ini sebagai Rumah Sakit rujukan Covid-19 dapat memberikan penanganan dengan baik,” ucap Bupati di akhir kegiatannnya.
Turut mendampingi peninjauan Bupari, Direktur RSUD Janri Nababan, Kadis Kesehatan Alexander Gultom, Kadis Perumahan dan Pemukiman Budiman Gultom, Kasat Pol PP Rudi Sitorus, Kakan Kesbang Hendrik Surbakti, Kabag Tapem Josua Situmeang dan Kabag Perencanaan dan Keuangan Sasma Situmorang. (Friska P)




Discussion about this post